RIAU ONLINE, SIAK - Kecelakaan maut yang melibatkan mobil Toyota Land Cruiser dan tiga sepeda motor di Jalan Raya Perawang KM 10, Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau, menyisakan sejumlah fakta yang kini menjadi perhatian publik.
Selain menewaskan seorang siswi SMA berusia 16 tahun bernama Alwi Mufid, pengemudi mobil berinisial DK (49) juga disebut-sebut sempat berusaha meninggalkan lokasi kejadian setelah tabrakan.
DK yang diduga merupakan Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Siak itu kini menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satlantas Polres Siak.
Polisi masih mendalami kronologi kecelakaan, termasuk dugaan pengemudi berusaha kabur setelah mobil yang dikendarainya menghantam tiga sepeda motor.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang diterima Redaksi RIAUONLINE, DK diduga sempat mencoba meninggalkan lokasi kejadian setelah kecelakaan.
Namun, sejumlah pelajar dan warga yang mengetahui peristiwa tersebut mengejar kendaraan Land Cruiser hingga pengemudinya tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Kecelakaan bermula ketika Toyota Land Cruiser bernomor polisi BM 151 AK yang dikemudikan DK melaju dari arah Perawang menuju Minas. Setibanya di Jalan Raya Perawang KM 10, mobil tersebut diduga bergerak ke sisi kanan jalan.
Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju tiga sepeda motor yang masing-masing merupakan Honda Vario BM 5471 SAE, Honda Beat BM 2925 ZAT, serta satu unit Honda Beat tanpa nomor polisi.
Jarak kendaraan yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari. Benturan keras mengakibatkan para pengendara dan penumpang sepeda motor terjatuh.
Nahas, Alwi Mufid (16), seorang siswi SMA yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut, meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara empat orang lainnya mengalami luka-luka.
Tragedi tersebut sontak menyita perhatian warga sekitar. Apalagi, kecelakaan melibatkan sejumlah pelajar yang saat itu diduga sedang dalam perjalanan pulang dari aktivitas sekolah.
Menurut warga, DK disebut sempat berupaya kabur setelah mobilnya terlibat tabrakan dengan tiga sepeda motor. Sejumlah pelajar bersama warga kemudian mengejar kendaraan tersebut hingga akhirnya pengemudi tidak dapat meninggalkan lokasi.
DK selanjutnya diamankan dan dibawa ke Polsek Tualang untuk menjalani pemeriksaan awal sebelum penanganan perkara dilanjutkan oleh unit kecelakaan lalu lintas Satlantas Polres Siak.
Kasat Lantas Polres Siak AKP Siswoyo membenarkan bahwa pengemudi Land Cruiser tersebut masih menjalani pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga DK kehilangan konsentrasi saat mengemudikan kendaraan karena menggunakan telepon seluler.
"Untuk sementara, hasil pemeriksaan yang bersangkutan hilang konsentrasi akibat aktivitasnya menggunakan HP,” kata AKP Siswoyo, Jumat, 30 Oktober 2026.
Siswoyo menjelaskan, kondisi DK berdasarkan pemeriksaan awal dalam keadaan baik. Polisi juga telah melakukan tes urine terhadap pengemudi tersebut dan hasilnya dinyatakan negatif.
Saat ini, DK masih berstatus terperiksa dan belum ditetapkan sebagai tersangka.
“Masih terperiksa, Pak. Hari ini kami lakukan gelar,” tegas Siswoyo.
Sebelumnya, menurut hasil pemeriksaan sementara kepolisian, kecelakaan diduga terjadi akibat pengemudi kehilangan konsentrasi saat berkendara karena melakukan aktivitas menggunakan telepon seluler (ponsel).
Kasat Lantas Polres Siak AKP Siswoyo mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi pengemudi dalam keadaan baik. Polisi juga telah melakukan tes urine terhadap DK dan hasilnya dinyatakan negatif.
“Untuk sementara, hasil pemeriksaan yang bersangkutan hilang konsentrasi akibat aktivitasnya menggunakan HP,” kata AKP Siswoyo, Jumat, 30 Oktober 2026.
Meski demikian, Siswoyo menegaskan bahwa DK belum ditetapkan sebagai tersangka. Hingga saat ini, statusnya masih sebagai terperiksa dan penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa kecelakaan tersebut.

