Buka Suara soal Video Viral, Kafe Laksamana Muda Bantah Gelar Pesta LGBT

Buka-Suara-soal-Video-Viral-Kafe-Laksamana-Muda-Bantah-Gelar-Pesta-LGBT.jpg
Tangkapan layar video klarifikasi terkait video viral di Kafe Laksamana Muda tentang dugaan menyelenggarakan, memfasilitasi, ataupun mendukung pesta atau acara LGBT. (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Manajemen Kafe Laksamana Muda akhirnya menyampaikan klarifikasi resmi terkait video viral yang memicu kegaduhan di media sosial dan menimbulkan sorotan masyarakat. Pihak kafe membantah tudingan yang menyebut tempat usaha mereka menyelenggarakan, memfasilitasi, ataupun mendukung pesta atau acara LGBT.

Dalam pernyataan resminya di akun Medsos TikTok dan Instagram, manajemen Laksamana Muda menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak benar. Mereka menyebut kejadian yang terekam dalam video viral itu bukan bagian dari acara resmi, program, maupun kegiatan yang direncanakan oleh pihak pengelola kafe.

Manajemen mengaku memahami keresahan masyarakat yang muncul setelah video tersebut beredar luas. Karena itu, mereka merasa perlu memberikan penjelasan untuk meluruskan informasi sekaligus menyampaikan kronologi kejadian berdasarkan keterangan yang mereka miliki.

"Menanggapi video viral dan kegaduhan yang terjadi di media sosial, kami memahami keresahan masyarakat dan menanggapinya dengan serius. Melalui pernyataan ini, kami ingin meluruskan kronologi kejadian tersebut," demikian pernyataan resmi Manajemen Laksamana Muda, Rabu, 21 Okto2026.

Pihak kafe menegaskan, tidak pernah menyelenggarakan ataupun memberikan fasilitas untuk kegiatan sebagaimana yang dituduhkan dalam narasi yang beredar.

Dalam klarifikasinya, manajemen menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika seorang tamu datang ke Laksamana Muda bersama keluarga dan temannya. Kedatangan mereka, menurut pihak kafe, sama seperti pengunjung pada umumnya, yakni untuk menikmati makanan dan minuman.

Situasi kemudian berubah menjelang waktu operasional berakhir. Sekitar pukul 23.00 WIB, ketika tempat tersebut hendak tutup, beberapa pengunjung disebut meminta salah seorang tamu untuk berjoget dengan iming-iming akan diberikan saweran. Permintaan tersebut kemudian diikuti oleh tamu yang bersangkutan. Dalam kejadian itu, ia disebut membuka jaket dan berjoget di hadapan pengunjung lainnya.

Momen tersebut kemudian disiarkan secara langsung oleh salah seorang pengunjung. Cuplikan siaran langsung itu selanjutnya tersebar di media sosial dan memunculkan berbagai narasi yang mengaitkan kejadian tersebut dengan dugaan penyelenggaraan pesta LGBT di Kafe Laksamana Muda.

Manajemen menilai, potongan video yang beredar telah menimbulkan persepsi seolah-olah aktivitas tersebut merupakan bagian dari sebuah acara yang sengaja diselenggarakan oleh pengelola.

Padahal, berdasarkan klarifikasi pihak kafe, aktivitas tersebut merupakan tindakan pribadi pengunjung dan tidak berkaitan dengan kegiatan resmi tempat usaha tersebut.

"Aktivitas dan konten pribadi pengunjung tersebut bukan bagian dari event, program, ataupun arahan manajemen Laksamana Muda," tegas pihak manajemen.

Menyusul viralnya video tersebut, persoalan itu turut mendapat perhatian sejumlah pihak. Manajemen Laksamana Muda menyebut perwakilan Pemerintah Kota, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pihak kecamatan, kelurahan, serta kepolisian telah mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.



Dalam proses tersebut, pihak pengelola mengaku telah memberikan penjelasan mengenai kejadian yang menjadi sorotan masyarakat.

Manajemen juga menyatakan telah menyertakan sejumlah bukti pendukung untuk memperjelas duduk perkara, di antaranya laporan kegiatan dan rekaman kamera pengawas atau CCTV.

Menurut pihak kafe, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mereka untuk memberikan keterangan kepada pihak berwenang sekaligus membantu menjernihkan informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Manajemen menegaskan kesiapannya untuk bekerja sama dalam proses tindak lanjut yang dilakukan oleh instansi terkait.

"Kami siap bekerja sama dalam proses tindak lanjut serta mengikuti arahan sesuai ketentuan yang berlaku," lanjutnya.

Meski telah menyampaikan klarifikasi, pihak kafe menyatakan tetap menghormati proses pemeriksaan dan penanganan yang dilakukan oleh pihak berwenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Manajemen Laksamana Muda juga menjelaskan identitas usaha mereka sebagai coffee & live space yang terbuka untuk masyarakat umum.

Pihak pengelola menegaskan bahwa mereka memiliki aturan bagi pengunjung dan tidak membenarkan aktivitas yang melanggar hukum, norma kesusilaan, maupun ketertiban umum. Setiap pengunjung diwajibkan menaati tata tertib yang berlaku serta menjaga kenyamanan bersama selama berada di lokasi.

Manajemen menyebut akan mengambil tindakan terhadap pengunjung yang melakukan pelanggaran. Tindakan tersebut, menurut mereka, termasuk meminta pengunjung yang bersangkutan meninggalkan lokasi apabila aktivitasnya dinilai melanggar aturan tempat usaha.

Penegasan ini disampaikan sebagai respons atas sorotan masyarakat yang muncul setelah video tersebut menjadi viral. Manajemen juga menyatakan mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketertiban dan norma yang berlaku di tengah masyarakat.

Sebagai bentuk tanggung jawab pengelolaan usaha, mereka berencana memperketat pengawasan terhadap berbagai aktivitas yang berlangsung di lokasi.

Langkah tersebut mencakup peningkatan pengawasan kegiatan pengunjung, pemeriksaan pengunjung dan barang bawaan sesuai tata tertib, serta peningkatan kesiagaan petugas untuk mengantisipasi kejadian serupa.

Selain memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian, Manajemen Laksamana Muda turut menyampaikan permintaan kepada pihak-pihak yang telah memublikasikan informasi yang dinilai tidak benar.

Mereka meminta agar unggahan atau pemberitaan yang menyebut Laksamana Muda menyelenggarakan, memfasilitasi, ataupun mendukung pesta LGBT sebagaimana yang diisukan dapat dihapus atau dikoreksi secara sukarela.

Manajemen juga meminta agar pihak yang telanjur menyebarkan informasi tersebut menyampaikan klarifikasi kepada audiens yang sebelumnya menerima publikasi mereka.

Permintaan itu disampaikan karena pihak kafe menilai informasi yang tidak akurat dapat memperluas kesalahpahaman dan merugikan pihak lain.

Di sisi lain, manajemen mengimbau masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan suatu kejadian hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial.

Masyarakat diharapkan melakukan verifikasi terlebih dahulu dan mencari keterangan dari pihak-pihak terkait sebelum menyebarluaskan informasi kepada publik.

"Kami juga mengimbau agar setiap informasi terkait kejadian ini diverifikasi terlebih dahulu, termasuk dengan meminta konfirmasi resmi kepada manajemen Laksamana Muda, sebelum dipublikasikan atau disebarluaskan," tulis manajemen.

Mereka juga membuka ruang komunikasi bagi masyarakat yang ingin meminta penjelasan lebih lanjut ataupun menyampaikan masukan. Konfirmasi dapat dilakukan melalui pesan langsung atau direct message (DM) ke akun resmi Laksamana Muda.

Menutup klarifikasi resminya, Manajemen Laksamana Muda berharap polemik yang berkembang dapat disikapi secara bijaksana oleh seluruh pihak.

Mereka meminta masyarakat, pengguna media sosial, maupun pihak yang memublikasikan informasi agar mengedepankan prinsip akurasi, keberimbangan, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.