Pekanbaru Dikepung Asap Karhutla, RTH Kaca Mayang-Tunjuk Ajar Ditutup

RTH-Putri-Kaca-mayang6.jpg
RTH Kaca Mayang Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru (Laras Olivia/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali mengambil langkah pembatasan aktivitas masyarakat di ruang terbuka.

Pemko Pekanbaru menutup sementara sejumlah ruang terbuka hijau (RTH) dan taman kota hingga Minggu 11 Oktober 2026. Kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi risiko paparan udara tercemar, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, dua RTH yang ditutup sementara yakni RTH Kaca Mayang RTH Tunjuk Ajar.

"Sampai hari Minggu, RTH Kaca Mayang dan RTH Tunjuk Ajar kita tutup dulu," kata Markarius, Kamis 8 Oktober 2026.

Selain menutup RTH, Pemko Pekanbaru juga mengimbau masyarakat menghentikan sementara aktivitas olahraga di ruang terbuka.

Markarius meminta tempat-tempat olahraga yang berada di area terbuka turut ditutup sementara hingga kondisi kualitas udara kembali membaik.



"Tempat-tempat olahraga yang terbuka itu kita harapkan untuk ditutup dulu sementara," ujarnya.

Menurut Markarius, aktivitas olahraga di luar ruangan dalam kondisi udara tercemar justru berisiko meningkatkan paparan polutan ke dalam tubuh.

Padahal, olahraga dilakukan untuk menjaga kesehatan. Namun, ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap, aktivitas fisik di ruang terbuka dapat memberikan dampak sebaliknya.

"Olahraga itu mau sehat. Tapi kalau dalam kondisi begini kita olahraga tentu tambah tidak sehat," katanya.

Karena itu, Markarius meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum menunjukkan perbaikan.

Langkah penutupan RTH dan pembatasan aktivitas olahraga terbuka tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Pekanbaru untuk melindungi masyarakat dari dampak kesehatan akibat paparan udara tercemar.

Masyarakat juga diimbau lebih mengutamakan aktivitas di dalam ruangan dan mengurangi kegiatan di luar rumah hingga kondisi udara kembali aman.