RIAU ONLINE, PEKANBARU — Asap pekat kembali menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, pada Rabu 7 Oktober 2026 pagi. Kondisi tersebut seiring dengan memburuknya kualitas udara yang berada pada level sangat tidak sehat.
Berdasarkan data kualitas udara yang dipantau dari IQAir.com pada pukul 08.00 WIB, indeks kualitas udara atau AQI⁺ Pekanbaru mencapai 253 dan masuk dalam kategori Sangat Tidak Sehat.
Polutan utama yang menjadi perhatian adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 178,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Kondisi tersebut terjadi saat suhu udara berada di angka 26 derajat Celsius, dengan kecepatan angin sekitar 6 kilometer per jam dan kelembapan udara mencapai 87 persen.
Tingginya konsentrasi PM2.5 menunjukkan adanya peningkatan partikel halus di udara yang dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Kabut asap yang masih terlihat di sejumlah kawasan Pekanbaru diduga berkaitan dengan aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.
Dengan kondisi kualitas udara yang berada pada kategori sangat tidak sehat, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama dalam waktu yang cukup lama. Penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus juga diperlukan ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Kondisi kualitas udara ini perlu menjadi perhatian, mengingat konsentrasi PM2.5 yang tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila paparan berlangsung terus-menerus.
Pemerintah dan instansi terkait diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara serta penanganan titik-titik karhutla yang berpotensi memperburuk kondisi kabut asap di Pekanbaru.

