Ungkap Rekaman CCTV, Keluarga Korban Tabrak Lari Minta Pelaku Dicari

Ungkap-Rekaman-CCTV-Keluarga-Korban-Tabrak-Lari-Minta-Pelaku-Dicari.jpg
Devon Syawal menuntut keadilan seteah adiknya meninggal akibat kecelakaan beruntun di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. (Instagram @Aurelliadevindra)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kasus kecelakaan lalu lintas maut yang menewaskan Devon Syawal (25) di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Hotel Ratu Mayang Garden Pekanbaru, kembali menjadi perhatian setelah kakak korban, Aurellia Devindra, meminta keadilan untuk adiknya.

Melalui akun Instagram dan media sosialnya @aurelliadevindra, Aurellia mengungkapkan bahwa hingga kini kendaraan yang disebutnya melarikan diri setelah kecelakaan belum diketahui identitasnya.

Dalam unggahannya, Aurellia menyebut adiknya menjadi korban tabrak lari dalam kecelakaan yang terjadi pada malam hari. Ia juga meminta masyarakat yang memiliki rekaman dashcam atau mengetahui ciri-ciri kendaraan yang terlibat untuk memberikan informasi.

"KEADILAN UNTUK ADIKKU, DEVON SYAWAL," tulis Aurellia dalam unggahannya.

Aurellia menyebut kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 21.06 WIB di depan Hotel Ratu Mayang Garden Pekanbaru. Menurutnya, rekaman CCTV memperlihatkan adiknya melaju di jalur kiri sebelum bersenggolan dengan mobil Grand Livina yang disebut berpindah jalur.

"Di CCTV 21.06 WIB terlihat jelas: dia jalan pelan di jalur kiri, kesenggol Grand Livina yang pindah jalur, terpental ke tengah jalan, dilindas mobil hitam diduga Fortuner/Pajero yang langsung kabur tanpa berhenti," tulisnya.

Ia juga menyebut pihak keluarga telah menemukan sejumlah kondisi kendaraan dan barang milik korban yang mengalami kerusakan akibat kecelakaan tersebut.

"HP androidnya sampai BENGKOK & layar hancur total terlindas. Motornya rusak," tulis Aurellia.

Dalam unggahannya, Aurellia juga menyampaikan bahwa pihak keluarga masih menunggu perkembangan penanganan kasus tersebut.

"Sampai hari ini pelaku belum tertangkap," tulisnya.

Ia kemudian meminta bantuan masyarakat untuk menyebarluaskan informasi tersebut.



"Saya mohon bantuan teman-teman Threads untuk UP dan SHARE. Kami hanya minta keadilan," tulisnya.

Aurellia juga meminta masyarakat yang melintas di lokasi kejadian pada malam tersebut dan memiliki rekaman kamera dasbor agar menghubungi dirinya.

"Bagi yang melintas di TKP jam 21.06 WIB dan punya dashcam, atau kenal ciri mobil hitam tersebut, mohon DM saya. Kerahasiaan terjamin," tutupnya.

Sebelumnya diketahui, kecelakaan tersebut diketahui melibatkan sepeda motor Honda Scoopy, mobil Nissan Livina, serta satu kendaraan lainnya yang identitas jenis dan nomor polisinya belum diketahui.

Dalam kecelakaan beruntun tersebut, pengendara Honda Scoopy BM 6917 ACD, Devon Syawal (25), meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kasatlantas Polresta Pekanbaru, Kompol Satrio Bagus Wirawicaksana, menjelaskan kecelakaan bermula ketika korban mengendarai sepeda motor Honda Scoopy dari arah Gedung DPRD menuju Simpang Parit Indah.

Sesampainya di depan Hotel Ratu Mayang Garden, korban disebut berupaya mendahului kendaraan yang berada di depannya dari sebelah kiri.

"Sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai korban bergerak dari arah Gedung DPRD menuju Simpang Parit Indah. Saat berada di depan Hotel Ratu Mayang Garden, korban berupaya mendahului kendaraan yang berada di depannya dari sebelah kiri," ujar Satrio.

Namun, pada saat bersamaan, sepeda motor yang dikendarai Devon bertabrakan dengan mobil Nissan Livina BM 1775 QB yang berada di lajur kiri.

Nissan Livina tersebut dikemudikan Satria Abdillah Teony.B (35), dengan penumpang Irma Sari (32). Keduanya diketahui berdomisili di Jalan Embun Pagi, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.

Benturan tersebut membuat Devon terpental ke arah kanan jalan.

Nahas, setelah terpental, korban kembali bertabrakan dengan kendaraan yang sebelumnya hendak didahuluinya.

Kendaraan tersebut kemudian meninggalkan lokasi kejadian. Hingga kini, identitas kendaraan maupun pengemudinya masih dalam proses penyelidikan kepolisian.

"Setelah terjadi benturan dengan Nissan Livina, pengendara sepeda motor terpental ke sebelah kanan dan kembali bertabrakan dengan kendaraan yang sebelumnya didahuluinya. Kendaraan tersebut kemudian meninggalkan lokasi kejadian," jelas Satrio.

Akibat rangkaian kecelakaan tersebut, Devon mengalami luka berat, terutama pada bagian kepala. Darah juga terlihat keluar dari bagian telinga dan mulut korban.

Petugas yang berada di lokasi kemudian melakukan penanganan terhadap korban. Namun, nyawa Devon tidak dapat diselamatkan dan korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

Jenazah Devon selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk penanganan lebih lanjut.

Satrio mengatakan kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, termasuk mengumpulkan keterangan dari para saksi dan menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.

"Kami masih melakukan penyelidikan terhadap kendaraan yang melarikan diri dari TKP. Identitas kendaraan tersebut masih dalam proses pendalaman," tegas Satrio.

Kini, lebih dari sebulan setelah kejadian, keluarga Devon kembali menyuarakan harapan agar kendaraan yang meninggalkan lokasi kecelakaan dapat segera teridentifikasi.