Kesulitan Tanam Padi, Petani Kampung 3T di Siak Minta Bantuan Presiden

bupati-afni-temui-petani-di-teluk-lanus.jpg
Bupati Siak Afni Zulkifli saat menerima keluhan dari para petani di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Siak. (HENDRA DEDAFTA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, SIAK – Keterbatasan sarana dan prasarana pertanian membuat petani di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, kesulitan menanam padi. Mereka lantas meminta perhatian dari Presiden Prabowo Subianto untuk dapat mengatasi masalah tersebut.

Kampung Teluk Lanus yang masuk kawasan tertinggal, terdepan dan terluar (3T) tersebut memiliki potensi lahan pertanian yang cukup luas. Namun, petani masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari ketersediaan air, kondisi parit, peralatan pertanian hingga distribusi pupuk yang belum lancar.

Keluhan itu disampaikan salah seorang petani, Satini (52), kepada Bupati Siak Afni Zulkifli, saat mengunjungi persawahan Kampung Teluk Lanus, Kamis 1 Oktober 2026.

Di hadapan Bupati Afni, Satini mengungkapkan kondisi air menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi petani. Air laut di sekitar wilayah tersebut dinilai terlalu asin sehingga tidak cocok digunakan untuk kebutuhan tanaman padi.

“Kondisi air laut terlalu asin sehingga tidak cocok untuk padi. Tidak hanya itu, kami juga mengeluhkan parit yang belum efektif, pintu air yang sudah rusak,” ujar Satini.

Ia berharap pemerintah daerah dapat membantu menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian.

“Ibu Bupati, tolong bantu kami sampaikan ke Presiden Prabowo dan Menteri Pertanian supaya kami bisa lancar menanam padi,” pintanya.

Sebab padi merupakan kebutuhan pokok utama yang harus terpenuhi, jika harus membeli beras terus menerus dari luar warga tidak akan sanggup. 

Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan Pemkab Siak akan berupaya mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi petani di Teluk Lanus.

Afni menyebutkan, persoalan tersebut akan dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum yang menangani sektor perairan.



“Terkait berbagai keluhan petani di sini nanti akan saya sampaikan ke Dinas Pertanian dan Dinas PU Perairan Kabupaten Siak,” kata Afni.

Menurutnya, salah satu opsi yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air pertanian adalah pembangunan sumur bor. Namun, selain persoalan sumber air, pemilihan varietas atau bibit padi juga perlu disesuaikan dengan kondisi lahan di Teluk Lanus.

“Petani juga harus menyesuaikan bibit yang cocok untuk di sini. Kita akan mencari solusi agar pertanian di Kampung 3T ini bisa semakin sejahtera,” ujarnya.

Afni menegaskan, keberadaan kampung 3T menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, masyarakat di wilayah tersebut harus mendapatkan hak dan pelayanan yang setara dengan masyarakat di kampung lainnya.

“Kampung 3T merupakan prioritas Pemkab Siak, bahkan hingga kementerian. Pemerintah terus berupaya supaya kampung 3T setara dengan kampung yang lain, mendapatkan hak dan perlakuan yang sama,” katanya.

Afni juga meminta penghulu Kampung Teluk Lanus merangkum seluruh persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya sektor pertanian. Data tersebut nantinya akan menjadi bahan pemerintah daerah untuk mencari solusi sekaligus diteruskan kepada pemerintah pusat.

“Kita minta penghulu untuk merangkum apa saja permasalahan yang ada. Nanti kita siasati dan cari solusinya, kemudian kita teruskan ke Menteri Pertanian,” ujar Afni.

Di balik berbagai kendala tersebut, Afni melihat Teluk Lanus memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian.

Menurutnya, lahan di kawasan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi areal persawahan hingga sekitar 400 hektare apabila persoalan air, sarana prasarana, bibit dan kebutuhan pertanian lainnya dapat diatasi.

Potensi tersebut dinilai dapat mendukung program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah 3T.

Pemkab Siak, kata Afni, juga akan membuka peluang kolaborasi dengan TNI dalam mendukung program optimalisasi lahan (oplah) untuk ketahanan pangan di wilayah tersebut.

“Nanti kita akan berkolaborasi juga dengan TNI, kita jalankan program optimalisasi lahan (Oplah) Kementerian Pertanian yang merupakan upaya strategis nasional untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas lahan pertanian yang kurang produktif atau rawa melalui perbaikan tata air dan infrastruktur,” katanya.

Selain persoalan air, distribusi pupuk juga menjadi perhatian. Petani Teluk Lanus selama ini menghadapi kendala dalam mengangkut pupuk dari pelabuhan menuju kampung tersebut.

Afni mengatakan pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar persoalan distribusi pupuk dapat dicarikan jalan keluar.

“Pupuk merupakan kebutuhan utama untuk tumbuh kembang padi. Kalau pupuknya tidak lancar, tentu padi petani juga sulit tumbuh,” pungkasnya.

Kampung Teluk Lanus merupakan Kampung 3T yang berada di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Untuk sampai ke kampung tersebut dari pelabuhan Sungai Rawa menggunakan kapal pompong harus menempuh perjalanan air hingga tujuh jam.