RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sejumlah kasus kejahatan jalanan yang terjadi di Kota Pekanbaru dalam beberapa bulan terakhir masih menjadi perhatian masyarakat. Beberapa di antaranya bahkan terjadi di kawasan yang sama dan menyisakan trauma bagi para korban.
Mulai dari aksi begal terhadap ibu rumah tangga (IRT) di Jalan Teropong pada Juli 2026, aksi serupa sebulan kemudian di kawasan yang sama, hingga dugaan perampasan terhadap seorang mahasiswa di Jalan Kaharuddin Nasution.
Terbaru, warga juga dibuat resah oleh informasi dugaan aksi perampasan telepon genggam yang disebut melibatkan senjata api di Jalan Mustafa Yatim, Kecamatan Marpoyan Damai.
Berikut sederet peristiwa Begal dirangkum RIAUONLINE yang hingga kini masih menjadi perhatian, Kamis, 1 Oktober 2026.
1. Begal IRT di Jalan Teropong
Aksi begal terjadi di Jalan Teropong, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru, Senin, 27 Juli 2026 dini hari sekitar pukul 01.26 WIB. Korban diketahui bernama Desi Supriati (41), seorang ibu rumah tangga. Ia menjadi sasaran tiga orang pelaku yang disebut membawa senjata tajam.
Saat kejadian, Desi sedang mengendarai sepeda motor seorang diri. Ketika melintas di lokasi, tiga pelaku yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba memepet kendaraan korban. Para pelaku kemudian disebut mengacungkan senjata tajam.
Dalam kondisi panik dan berusaha menghindari ancaman tersebut, korban kehilangan kendali atas sepeda motornya hingga terjatuh ke dalam parit di pinggir jalan.
Setelah korban terjatuh, para pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor serta telepon genggam milik korban. Desi sempat tergeletak di pinggir jalan dalam kondisi mengalami luka pada bagian kepala dan tubuh akibat terjatuh.
Sejumlah pengendara yang melintas disebut tidak berani langsung mendekati korban karena kondisi di lokasi masih dianggap mencekam.
Warga sekitar Jalan Teropong dan Jalan Cipta Karya kemudian datang memberikan pertolongan. Mereka membantu mengevakuasi korban dan memastikan Desi mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa tersebut tidak hanya menyebabkan korban mengalami luka fisik, tetapi juga meninggalkan trauma. Namun, hingga kini, pelaku dalam kasus tersebut disebut belum berhasil ditangkap.
2. Begal Kembali Terjadi di Jalan Teropong
Belum genap sebulan, aksi kejahatan jalanan kembali terjadi di kawasan Jalan Teropong. Kali ini peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 26 Agustus 2026 sekitar pukul 22.10 WIB. Lokasinya berada di kawasan Jalan Cipta Karya Ujung yang dikenal warga sebagai Jalan Teropong.
Korban saat itu sedang dalam perjalanan pulang setelah mengunjungi rumah temannya di Jalan Muhajirin, Perumahan Griya Mas.
Saat melanjutkan perjalanan menuju rumahnya, korban tiba-tiba disalip oleh dua pria yang tidak dikenalnya. Salah seorang pelaku diduga memukul pundak korban menggunakan kayu balok.
Pukulan tersebut membuat korban kehilangan kendali dan terjatuh. Korban kemudian disebut dicampakkan ke dalam parit oleh para pelaku. Dalam kondisi tidak berdaya, kedua pelaku memeriksa kantong celana korban untuk mencari barang berharga.
Namun, pelaku hanya menemukan sebungkus rokok dan uang tunai sekitar Rp5.000. Meski demikian, pelaku tetap berusaha membawa sepeda motor Yamaha Jupiter milik korban.
Sepeda motor tersebut sempat dicoba dihidupkan dengan cara diengkol. Namun, kendaraan tersebut tidak berhasil menyala. Karena gagal membawa kabur sepeda motor, pelaku akhirnya meninggalkan kendaraan tersebut di dalam parit.
Tidak berhenti sampai di sana, salah seorang pelaku diduga kembali turun ke dalam parit dan memukul kepala korban menggunakan batu. Hantaman tersebut membuat korban kehilangan kesadaran. Korban baru tersadar sekitar pukul 03.00 WIB, Kamis, 27 Agustus 2026 dini hari.
Dalam kondisi lemah dan mengalami luka, korban berusaha menyelamatkan diri dengan merangkak keluar dari parit. Warga kemudian mengetahui kejadian tersebut dan memberikan pertolongan.
Sepeda motor Yamaha Jupiter milik korban yang ditinggalkan pelaku di dalam parit juga berhasil dievakuasi. Korban kemudian diantar warga ke rumahnya di kawasan Perumahan Grand Teropong.
Sesampainya di rumah, keluarga korban memberikan pertolongan pertama. Korban bahkan sempat mengalami sesak napas sehingga bajunya harus dikoyak untuk membantu memberikan ruang pernapasan.
Sekitar pukul 07.00 WIB, korban kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis. Kasus tersebut kembali menambah keresahan masyarakat, khususnya warga yang melintas di kawasan Jalan Teropong pada malam hari.
3. Mahasiswa Diduga jadi Korban Begal di Depan Aero Sport
Kasus kejahatan jalanan kembali terjadi di kawasan Jalan Kaharuddin Nasution, tepatnya di sekitar seberang Aero Sport, Pekanbaru, Rabu, 23 September 2026 sekitar pukul 22.00 WIB.
Korban disebut merupakan seorang mahasiswa yang saat itu dalam perjalanan pulang dari rumah kakaknya di kawasan Marpoyan menuju Panam. Saat perjalanan, hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Korban kemudian memilih menepi dan berteduh di sebuah warung yang berada di pinggir jalan.
Tidak lama kemudian, datang dua pria yang juga terlihat hendak berteduh. Keduanya disebut menggunakan sepeda motor Honda Vario berwarna abu-abu. Berdasarkan informasi yang beredar, salah seorang pria memiliki tubuh tinggi dan gemuk, sementara seorang lainnya bertubuh tinggi dan kurus.
Awalnya, korban tidak menaruh curiga. Kedua pria tersebut bahkan sempat berbincang dengan korban sembari menunggu hujan reda. Namun, situasi kemudian berubah. Kedua pria tersebut diduga meminta kunci sepeda motor dan telepon genggam milik korban.
Korban disebut melakukan perlawanan. Perlawanan tersebut kemudian diduga membuat pelaku melakukan kekerasan menggunakan senjata tajam. Korban mengalami luka pada bagian tangan, kepala dan kaki.
Setelah korban tidak berdaya, kedua pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor Honda Beat Street milik korban dengan nomor polisi BM 5044 DBB serta sebuah telepon genggam Samsung berwarna hitam.
Korban selanjutnya mendapatkan perawatan medis akibat luka dan pendarahan yang dialaminya. Informasi yang beredar menyebutkan peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan.
4. Dua Pria Diduga Bersenjata Api Rampas Handphone, Tembakan Disebut Mengenai Pintu Rumah
Belum selesai dengan rangkaian kasus begal, warga Pekanbaru kembali dibuat resah oleh informasi dugaan aksi perampasan yang disebut terjadi di Jalan Mustafa Yatim, Kecamatan Marpoyan Damai.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Sabtu, 26 September 2026 sekitar pukul 04.00 WIB. Informasi mengenai kejadian itu beredar melalui media sosial Instagram @riau_asik.
Dalam sebuah video berdurasi sekitar 2 menit 40 detik, disampaikan informasi mengenai dugaan aksi perampasan yang terjadi pada dini hari. Dalam unggahan tersebut disebutkan, aksi diduga dilakukan oleh dua pria yang mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX berwarna hitam.
Kedua pria itu diduga merampas dua unit telepon genggam milik korban. Namun, kejadian tersebut menjadi perhatian karena terduga pelaku disebut membawa senjata api.
Berdasarkan informasi yang beredar, salah seorang terduga pelaku bahkan disebut sempat melepaskan tembakan di sekitar lokasi kejadian. Tembakan tersebut disebut mengenai bagian pintu rumah seorang warga.
"Informasi awal, ada dua orang menggunakan sepeda motor Yamaha NMAX warna hitam. Mereka diduga merampas dua unit handphone," tulis akun Instagram @riau_asik dalam unggahannya.
Dalam unggahan yang sama juga disebutkan bahwa terduga pelaku diduga menggunakan senjata api dan sempat melepaskan tembakan hingga mengenai pintu rumah warga.
Informasi tersebut kemudian menjadi perhatian masyarakat karena aksi disebut terjadi pada dini hari dan melibatkan dugaan penggunaan senjata api.
Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan adanya sejumlah kasus kejahatan jalanan yang terjadi di beberapa wilayah Pekanbaru dalam kurun waktu Juli hingga September 2026.
Dua kasus bahkan terjadi di kawasan Jalan Teropong dan sekitarnya dengan jarak waktu sekitar satu bulan.
Kasus pertama menimpa Desi Supriati pada 27 Juli 2026. Korban kehilangan sepeda motor dan telepon genggam setelah diduga dipepet tiga pelaku yang membawa senjata tajam.
Sebulan kemudian, kasus serupa kembali terjadi pada 26 Agustus 2026. Kali ini korban diduga dipukul, dimasukkan ke dalam parit dan mengalami luka setelah kepalanya dihantam batu.
Selanjutnya, pada 23 September 2026, seorang mahasiswa disebut menjadi korban dugaan begal di sekitar Aero Sport, Jalan Kaharuddin Nasution. Terakhir, informasi dugaan perampasan dengan senjata api beredar terkait kejadian di Jalan Mustafa Yatim pada 26 September 2026. Hingga kini, tak ada kejelasan siapa pelaku, motif dan apakah ada keadilan untuk para korban begal.

