RIAU ONLINE, PEKANBARU – Kualitas udara Kota Pekanbaru pada Senin, 28 September 2026 malam kembali memburuk. Berdasarkan pantauan IQAir pada pukul 19.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI⁺) Pekanbaru berada di angka 178 AQI US atau masuk kategori Tidak Sehat.
Polutan utama yang terpantau adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 93,8 µg/m³. Pada saat yang sama, suhu udara tercatat sekitar 28 derajat Celsius, kecepatan angin 4 kilometer per jam, serta kelembapan udara mencapai 85 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi partikel halus di udara yang dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok sensitif.
Pantauan di sejumlah wilayah Pekanbaru juga menunjukkan kondisi udara yang kembali berkabut dan berasap. Asap diduga berkaitan dengan aktivitas karhutla, meski sumber pasti asap yang menyelimuti kota masih memerlukan verifikasi dari instansi terkait.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.
Kondisi kualitas udara di Pekanbaru sendiri dalam beberapa waktu terakhir sempat mengalami perbaikan setelah hujan. Namun, kualitas udara kembali memburuk seiring meningkatnya konsentrasi PM2.5.
Perkembangan kualitas udara dan kondisi karhutla di wilayah Riau masih menjadi perhatian, mengingat arah dan kecepatan angin dapat memengaruhi penyebaran asap hingga ke wilayah perkotaan.

