Rentetan Kriminalitas Hantui Pekanbaru: Begal, Senjata Api, hingga Tawuran Jalanan

ilustrasi-begal6.jpg
ilustrasi begal (Gemini AI)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Kota Pekanbaru diterpa gelombang gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dalam kurun dua hari. Rangkaian insiden yang terjadi mencakup aksi pembegalan berdarah, perampasan ponsel bersenjata api, hingga tawuran antar-kelompok di jalur protokol yang memicu kepanikan warga.

Situasi maraknya tindak kejahatan jalanan ini kian meresahkan warga serta para pengguna jalan, terlebih beberapa rekaman kejadian telah beredar luas di media sosial. Berikut ringkasan tiga peristiwa menonjol yang kini menjadi sorotan publik: 

1. Mahasiswa Dibegal Saat Berteduh, Dibacok hingga Luka Serius

Aksi begal sadis terjadi di Jalan Kaharuddin Nasution, pada Rabu, 23 September 2026 sekitar pukul 22.00 WIB. Korban merupakan seorang mahasiswa yang sedang dalam perjalanan dari kawasan Marpoyan menuju Panam terpaksa menepi dan berteduh di sebuah warung akibat hujan deras.

Tak lama kemudian, dua pelaku mengendarai Honda Vario abu-abu datang dan berpura-pura ikut berteduh. Satu pelaku bertubuh tinggi-gemuk, sementara rekannya tinggi-kurus. Sempat berbincang santai, situasi mendadak mencekam ketika kedua pelaku menuntut kunci sepeda motor dan ponsel milik korban.

Korban yang mencoba melawan langsung diserang menggunakan senjata tajam. Akibat sabetan tajam pada bagian tangan, kepala, dan kaki, korban roboh bersimbah darah. Pelaku melarikan diri membawa sepeda motor Honda Beat Street (BM 5044 DBB) dan ponsel Samsung milik korban. Korban kini dalam perawatan medis, dan kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian.

2. Perampasan Ponsel, Pelaku Sempat Lepaskan Tembakan



Belum mereda kecemasan warga, aksi perampasan ponsel berdarah dingin kembali mengguncang Jalan Mustafa Yatim, Kecamatan Marpoyan Damai, Sabtu, 26 September 2026 sekitar pukul 04.00 WIB.

Berdasarkan unggahan yang viral di akun Instagram @riau_asik, dua pelaku berboncengan Yamaha NMAX berwarna hitam merampas dua unit ponsel milik korban. Dalam aksinya, salah satu pelaku diduga dibekali senjata api dan sempat melepaskan tembakan hingga menembus pintu rumah warga sekitar.

Gema tembakan di tengah permukiman saat dini hari membuat warga panik. Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kronologi kejadian serta mengidentifikasi jenis senjata api yang digunakan pelaku.

3. Tawuran Antar-Kelompok Pecah di Jalan HR Soebrantas

Pada hari yang sama, Sabtu, 26 September 2026, aksi bentrokan massal pecah di Jalan HR Soebrantas.

Rekaman yang beredar memperlihatkan puluhan pria saling serang menggunakan balok kayu, bambu, dan benda tumpul lainnya di tengah jalan raya. Bentrokan ini tak hanya meresahkan pengendara dan warga sekitar, tetapi juga memicu kemacetan panjang di jalur arteri tersebut.

Penyebab bentrokan, data korban luka, maupun identitas para pelaku tawuran masih dalam penanganan dan menunggu konfirmasi resmi dari aparat kepolisian setempat.

Rangkaian peristiwa kekerasan di ruang publik ini menjadi peringatan bagi warga Pekanbaru untuk tetap waspada, terutama saat beraktivitas pada malam hingga dini hari di area yang sepi.