RIAU ONLINE, PEKANBARU — Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar masih terjadi di sejumlah SPBU di Kota Pekanbaru, Riau. Antrean yang didominasi truk, travel dan kendaraan pribadi tersebut bahkan mengular hingga memakan badan jalan dan mengganggu kelancaran lalu lintas.
Kondisi ini tak hanya memicu kemacetan di sekitar SPBU, tetapi juga mulai berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang menjalankan usaha di sepanjang ruas jalan yang menjadi lokasi antrean.
Sejumlah pedagang mengaku lapak usaha mereka kerap tertutup badan kendaraan yang mengantre solar hingga berjam-jam.
Salah satunya Roni, pedagang di Jalan Sembilang, Kecamatan Rumbai. Ia mengaku omzet dagangannya mengalami penurunan drastis dalam sekitar dua bulan terakhir, sejak kelangkaan solar dan antrean panjang kendaraan terjadi.
"Gimana orang mau belanja, warung kami tertutup dengan truck besar," kata Roni, Jumat 25 September 2026.
Menurut Roni, dirinya bersama sejumlah pemilik usaha lainnya telah beberapa kali berupaya memasang penghalang agar kendaraan yang mengantre solar tidak menutup akses menuju tempat usaha mereka.
Namun, upaya tersebut belum banyak membantu. Meski kendaraan tidak lagi berhenti tepat di depan warung, keberadaan antrean panjang tetap membuat usaha mereka sulit terlihat dari jalan.
"Memang gak di depan warung lagi, tapi kalau dilihat dari jalan masih tertutup. Jadi pembeli malas berhenti atau gak tahu kalau kami buka," tuturnya.
Roni juga menyoroti pengaturan antrean kendaraan di sekitar SPBU. Menurutnya, petugas keamanan SPBU lebih banyak mengatur kendaraan yang berada di area depan SPBU, sementara antrean yang memanjang hingga ke badan jalan tidak selalu mendapat pengawasan.
"Kadang tukang parkir atau pedagang yang ribut sama sopir. Sekuritinya gak pernah turun untuk lihat antrean mobil," keluhnya.
Persoalan antrean solar juga menjadi perhatian Pemerintah Kota Pekanbaru. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi, sebelumnya mengatakan antrean kendaraan berat di sejumlah SPBU menjadi salah satu persoalan yang perlu diantisipasi karena kerap menggunakan sebagian badan jalan.
"Untuk antrean solar, terutama truk-truk atau bus-bus yang mengular mengantri di titik-titik SPBU yang ada di Pekanbaru, memang ini menjadi persoalan terhadap titik-titik kemacetan yang ada di Pekanbaru," ujar Masykur, Senin, 21 September 2026.
Ia menyebut terdapat sejumlah ruas jalan yang kerap terdampak antrean kendaraan pengisi solar. Salah satunya kawasan Jalan Harapan Raya hingga Jalan Soekarno-Hatta.
"Harapan Raya, yang di Jalan Soekarno-Hatta itu mengular sampai ke Jalan Arifin Ahmad," katanya.
Menurut Masykur, antrean kendaraan yang tidak tertata dan menggunakan sebagian badan jalan membuat kapasitas ruas jalan berkurang. Kondisi tersebut kemudian berdampak terhadap kelancaran arus kendaraan di sekitar SPBU.
Di sisi lain, panjangnya antrean membuat kendaraan pengangkut barang maupun bus harus menunggu dalam waktu cukup lama untuk mendapatkan solar.
Persoalan tersebut akhirnya tidak hanya menyentuh aspek kelancaran lalu lintas, tetapi juga aktivitas ekonomi warga yang menjalankan usaha di sekitar lokasi antrean.
Bagi pedagang seperti Roni, antrean solar yang berlangsung berjam-jam berarti akses menuju tempat usahanya semakin sulit terlihat dan dijangkau pelanggan.
Ia berharap pengaturan antrean dapat dilakukan lebih tertib sehingga kebutuhan kendaraan untuk mendapatkan solar tetap terpenuhi tanpa mengganggu pengguna jalan maupun usaha masyarakat di sekitar SPBU.

