GMPB Dukung Agrinas dan Satgas PKH Berantas Mafia Tanah di Kawasan Hutan

GMPB-Dukung-Agrinas-dan-Satgas-PKH-Berantas-Mafia-Tanah-di-Kawasan-Hutan.jpg
Gerakan Mahasiswa dan Petani Bersatu (GMPB) menyatakan dukungan terhadap langkah PT Agrinas Palma Nusantara dan Satgas PKH dalam menangani persoalan penguasaan lahan kawasan hutan, khususnya di wilayah Bumi Melayu. (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Gerakan Mahasiswa dan Petani Bersatu (GMPB) menyatakan dukungan terhadap langkah PT Agrinas Palma Nusantara dan Satgas PKH dalam menangani persoalan penguasaan lahan kawasan hutan, khususnya di wilayah Bumi Melayu.

Pernyataan tersebut disampaikan Koordinator Lapangan (Korlap) GMPB, Agel Gandiza, dalam penyampaian sikap di hadapan pihak kepolisian, jajaran PT Agrinas Palma Nusantara, mahasiswa, petani, serta masyarakat yang hadir.

"Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada orang tua kami Bapak dari kepolisian yang sampai saat ini masih mengawal penyampaian aspirasi kita, pernyataan sikap dari kami," ujar Agel.

Ia kemudian menyampaikan apresiasi kepada pimpinan PT Agrinas Palma Nusantara yang hadir dan menemui massa aksi.

"Hari ini juga kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada orang tua kami pimpinan dari Agrinas Palma Nusantara yang hari ini sudah datang, sudah menjumpai kita," katanya.

Dalam pernyataan sikapnya, GMPB menyampaikan sejumlah tuntutan dan dukungan terkait langkah penanganan kawasan hutan.

Pertama, GMPB menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas PT Agrinas Palma Nusantara bersama Satgas PKH dalam menjalankan tugas negara memberantas mafia tanah di kawasan hutan, khususnya di wilayah Bumi Melayu.

"Kami Gerakan Mahasiswa dan Petani Bersatu mendukung penuh seluruh langkah tegas PT Agrinas Palma Nusantara dan Satgas PKH dalam melaksanakan tugas negara memberantas mafia tanah di kawasan hutan, khususnya di wilayah Bumi Melayu," kata Agel.

GMPB juga menyatakan dukungan moral dan politis kepada Direktur Utama Muhammad Abdul Gani, Direktur Utama PTPN III, serta Direktur Utama Kepatuhan dan Keberlanjutan Novel Arsyad dalam menjalankan tugas penegakan hukum dan pembersihan lahan kawasan hutan.

Selain itu, GMPB mendesak aparat penegak hukum dan Satgas PBDH tidak hanya melakukan pengusiran terhadap pihak yang disebut sebagai mafia tanah, tetapi juga menelusuri aliran dana dari aktivitas tersebut.

"Kami Gerakan Mahasiswa dan Petani Bersatu mendesak aparat penegak hukum dan Satgas PBDH untuk tidak sekadar mengusir mafia tanah, tetapi melacak aliran dana kejahatan serta menerapkan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU guna memiskinkan serta memberikan efek jera kepada seluruh jaringan mafia tanah," tegasnya.

Tuntutan berikutnya berkaitan dengan pemanfaatan lahan yang berhasil diselamatkan dan kemudian dikelola oleh PT Agrinas Palma Nusantara.



GMPB meminta lahan tersebut diprioritaskan untuk program redistribusi maupun pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani.

"Kami Gerakan Mahasiswa dan Petani Bersatu mendesak agar seluruh lahan yang berhasil diselamatkan dan dikelola oleh Agrinas Palma Nusantara diprioritaskan untuk program redistribusi atau pemberdayaan yang membawa kemakmuran nyata serta membebaskan kaum petani dari segala bentuk penindasan," tegas Agel.

Menanggapi dukungan tersebut, pihak PT Agrinas Palma Nusantara Regional Riau yang diwakili Jefri Tambusai menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Riau, mahasiswa, petani, pucuk suku dan batin yang telah memberikan dukungan terhadap pekerjaan Agrinas Palma Nusantara.

"Terima kasih yang terhormat, bapak-bapak dari kepolisian, yang kami hormati orang-orang tua, pucuk suku, adik-adik mahasiswa, perempuan-perempuan melawan, dan seluruh petani yang ada di Riau yang berkesempatan hadir pada saat ini," ujar Jefri.

Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung keberadaan dan pekerjaan Agrinas Palma Nusantara di Riau.

"Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya dan setulus-tulusnya kepada seluruh masyarakat Riau, adik-adik mahasiswa, para petani, para pucuk suku, para batin yang telah mendukung pekerjaan daripada Agrinas Palma Nusantara," katanya.

Jefri juga mengakui masih terdapat kekurangan dalam pengelolaan maupun penanganan yang dilakukan Agrinas selama kurang lebih satu tahun terakhir.

"Kami menyadari dalam pengelolaan ataupun penanganan selama lebih kurang 1 tahun masih banyak kekurangan," ucapnya.

Namun, ia meyakini dukungan masyarakat, mahasiswa dan petani dapat membantu Agrinas menjalankan pekerjaan tersebut dengan lebih cepat sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat Riau.

"Tapi kami yakin dengan dukungan adik-adik mahasiswa, seluruh masyarakat Riau, petani, kami yakin ini akan bisa dengan cepat kita laksanakan dan memberikan manfaat khususnya kepada masyarakat Riau," lanjut Jefri.

Jefri menilai dukungan masyarakat masih dibutuhkan karena pihaknya mengaku masih menemukan sejumlah kelompok masyarakat yang disebutnya mendapat pengaruh dari cukong.

"Kami sangat membutuhkan dukungan karena masih kami temukan beberapa kelompok ya, beberapa kelompok dari masyarakat-masyarakat kita yang masih dipengaruhi oleh cukong-cukong ya, seolah-olah mereka tertindas," katanya.

Jefri mengaku juga mengetahui kondisi yang dirasakan masyarakat, khususnya masyarakat Tambusai, selama keberadaan PT Torganda.

"Jadi saya tahu persis apa yang dirasakan oleh masyarakat, khususnya Tambusai selama keberadaan PT Torganda," katanya.

Ia berharap ke depan persoalan tersebut dapat direalisasikan dan ditangani dengan baik sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat Riau.

"Nah sekarang apa yang dirasakan ya mungkin tadi perwakilan dari Tambusai Timur, Tambusai Utara, Lubuk Soting sudah merasakan. Ya mudah-mudahan ke depan ya ini akan bisa kita realisasikan dengan baik ya sehingga memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat, khususnya di Riau," tutur Jefri.

Di akhir penyampaiannya, Jefri kembali meminta dukungan mahasiswa, petani dan masyarakat Riau terhadap pekerjaan Agrinas Palma Nusantara.

"Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih dan mohon dukungan kepada adik-adik mahasiswa, para petani, seluruh rakyat Riau untuk mendukung kerja Agrinas ya," ujarnya.

Jefri juga mengajak masyarakat mendukung program Presiden Prabowo Subianto yang disebutnya berkaitan dengan upaya tersebut.

"Mari kita dukung program Bapak Presiden Prabowo Subianto," katanya.

Ia kemudian menyinggung persoalan penguasaan lahan sawit oleh kelompok tertentu. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian.

"Dan ini belum pernah terjadi ya rekan-rekan, belum pernah terjadi berapa lama kita melihat sawit-sawit ini dikuasai oleh sekelompok orang, oligarki kita tidak bisa ya," pungkasnya.