150 Ha Lahan di Inhu Terbakar, Manggala Agni 5 Hari Berjibaku Padamkan Api

manggala-agni-ke-lokasi-karhutla.jpg
Manggala Agni terkendala akses menuju lokasi karhutla di Desa Pulau Jumat Inhu (Dok. Manggala Agni)

RIAU ONLINE, INHU - Lahan seluas 150 hektare terbakar di Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Manggala Agni bersama tim gabungan masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kamis, 17 September 2026.

Operasi pemadaman telah memasuki hari kelima. Namun, kondisi medan yang berada di kawasan bergambut membuat upaya pengendalian api tidak mudah. 

Tim harus membuka akses menuju titik kebakaran sekaligus mencari sumber air agar serangan ke titik api dapat dilakukan secara maksimal.

Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, mengatakan personel masih melakukan penanganan di lokasi hingga Rabu malam.

“Hari ini penanganan hari kelima lokasi karhutla di Desa Pulau Jumat, Kuala Cenaku,," ujar Ilham dikutip dari MediaCenter, Rabu, 16 September 2026 malam.

Namun, Menurut Ilham, luas lahan yang terbakar masih dalam proses penghitungan sedangkan Kapolda Riau, menyebutkan lahan terbakar seluas 150 hektare. 

Di lapangan, personel menghadapi kendala berupa akses yang belum sepenuhnya terbuka menuju kepala api.



Selain medan yang sulit ditembus, kondisi angin, keterbatasan sumber air, serta material bahan bakar yang cukup padat di kawasan tersebut turut menyulitkan proses pemadaman.

Untuk mengejar titik api yang belum dapat dijangkau, Manggala Agni bersama unsur Satgas Darat Kabupaten Inhu melakukan pembukaan akses menuju lokasi kebakaran.

Lima unit alat berat dikerahkan untuk membuka jalur. Tim juga membuat embung sebagai sumber air pendukung operasi pemadaman.

"Upaya utama pembukaan akses masuk menggunakan lima unit alat berat dan pembuatan embung sebagai dukungan sumber air," jelas Ilham.

Setelah akses mulai terbuka dan sumber air tersedia, personel darat langsung diarahkan untuk melakukan serangan terhadap kepala api.

Pemadaman dari darat tersebut diperkuat dengan dukungan helikopter water bombing (WB). Dari udara, helikopter dikerahkan untuk menjatuhkan air ke area yang terbakar, terutama pada bagian yang sulit dijangkau personel.

Ilham mengatakan pembukaan akses menjadi salah satu bagian penting dalam operasi kali ini. Kondisi medan di kawasan gambut menyebabkan sejumlah titik api belum dapat dijangkau secara optimal melalui jalur darat.

Di tengah perjuangan tim memadamkan api, lokasi karhutla Desa Pulau Jumat turut dikunjungi Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau pada Rabu. Kunjungan tersebut berlangsung ketika operasi pemadaman masih berjalan dan tim gabungan terus berupaya mengendalikan api agar tidak meluas.

Hingga Rabu malam, Manggala Agni bersama Satgas Darat Kabupaten Inhu masih berada di lapangan. Personel terus melakukan penyisiran dan pemadaman di kawasan gambut yang terbakar, dengan dukungan alat berat, embung sebagai sumber air, serta helikopter water bombing.