PT Rimba Lazuardi Latih dan Bentuk Masyarakat Peduli Api di Inhu, Cegah Karhutla

PT-Rimba-Lazuardi-bentuk-mpa.jpg
Anggota MPA melakukan simulasi pemadaman kebakaran, 28 Agustus 2026 (Dok. PT Rimba Lazuardi)

RIAU ONLINE, INHU - Dalam rangka peningkatan kewaspadaan dan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), PT Rimba Lazuardi (RLZ) taja pelatihan dan pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Balai Desa Peladangan, Desa Peladangan, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), pada Jumat, 11 September 2026. 

Kepala Desa Peladangan Septian Eko Prastiyo, menyambut baik inisiasi dan peran aktif PT Rimba Lazuardi dalam merangkul masyarakat Peladangan untuk bersama-sama mencegah dan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. 

Pelatihan ini sangat bermanfaat kepada masyarakat karena selain menambah pengetahuan terkait pemadaman, masyarakat juga dibekali pengetahuan cara mencegah  terjadinya Karhutla. 

Bhabinkamtibmas Peladangan, Brigadir Anggi Mayrian Nasution, dalam kesempatan tersebut mengimbau masyarakat yang hadir agar dapat menjaga lingkungannya terhindar dari karhutla. Anggi mengajak masyarakat untuk dapat saling mengingatkan dan menyosialisasikan kepada tetangga, keluarga dan orang-orang sekitar, agar tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar. 

“Aktivitas membuka lahan dengan cara membakar dan menyebabkan karhutla dapat diancam diancam hukuman penjara,” katanya.



Selain memberikan teori di dalam ruangan, pelatihan ini juga mengenalkan peralatan dan cara penggunaannya. Tidak sampai di situ, peserta kemudian diajak untuk melakukan simulasi pemadaman di lapangan.

Komandan Regu Fire Fighter PT Rimba Lazaurdi, Sudiarto Silitonga, memastikan seluruh anggota MPA memahami dan mengerti tahapan-tahapan dalam pemadaman dan cara penggunaan peralatan dengan baik dan aman. 

Sementara itu, Humas PT RLZ, Rendi Valentino, menyampaikan bahwa pelatihan dan pembentukan MPA ini adalah bagian dari upaya perusahaan untuk berperan aktif dalam menjaga areal konsesi dan desa-desa di sekitar perusahaan agar terbebas dari karhutla. 

“Karhutla merupakan musuh kita bersama. Untuk mewujudkannya diperlukan kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, perusahaan merangkul masyarakat di desa sekitar operasional untuk bersama-sama menjaga lingkungannya agar terbebas dari Karhutla, khususnya pada saat kemarau panjang saat ini,” ujarnya. 

“Selain pelatihan di Peladangan, PT RLZ juga telah melakukan kegiatan pelatihan dan pembentukan MPA di Desa Pucuk Rantau dan Muara Petai pada 28 Agustus 2026 lalu,” tutup Rendi.