RIAU ONLINE, SIAK – Partai Golkar di Kabupaten Siak membutuhkan penyegaran dalam kepemimpinan. Hal itu disampaikan politisi senior Golkar Siak, M Syafri D (56), yang menilai partai berlambang pohon beringin tersebut membutuhkan figur baru dengan rekam jejak yang baik.
Syafri yang mengaku telah menjadi kader Golkar Siak sejak 2002 menilai penyegaran diperlukan agar partai mampu kembali memiliki daya saing, khususnya dalam kontestasi politik di Kabupaten Siak.
“Selayaknya sebuah organisasi, Golkar di Siak perlu penyegaran dan pemikiran baru,” kata Syafri, Senin, 7 September 2026.
Menurutnya, Golkar Siak membutuhkan sosok pemimpin yang mampu membawa kader partai tampil dalam kontestasi eksekutif. Ia menyoroti kondisi Golkar dalam dua kali pelaksanaan Pilkada Siak terakhir yang dinilainya belum mampu mengantarkan kader partai memenangkan kontestasi.
“Golkar membutuhkan figur pemimpin yang jelas. Jangan hanya selalu sebagai partai pengusung. Biar kalah asal berani ke gelanggang,” ujarnya.
Syafri mengibaratkan kondisi Golkar Siak saat ini seperti “Sampan Cangkuk”, yakni memiliki organisasi besar tetapi justru lebih banyak memberikan ruang kepada figur dari luar untuk tampil dalam kontestasi politik.
“Jangan Golkar Siak kayak Sampan Cangkuk. Artinya kapal besar, tapi hanya mengambil orang lain untuk ditampilkan, bukan kader sendiri,” katanya.
Ia juga menyinggung perolehan kursi Golkar di DPRD Siak. Menurutnya, perolehan delapan kursi pada Pemilu Legislatif sebelumnya bukan semata-mata hasil kepengurusan periode terakhir, melainkan merupakan kesinambungan dari kepengurusan sebelumnya.
Mantan Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Golkar Koto Gasib itu juga mengkritik kepengurusan Golkar Siak saat ini. Ia menilai kader-kader lama yang dinilainya memiliki jasa terhadap perkembangan Golkar di Siak kurang mendapatkan penghargaan.
“Kurang menghargai sama pendiri Golkar di Siak. Orang yang berjasa terhadap Golkar di Siak tidak pernah dihargai. Kader-kader Golkar yang lama dibuang semua,” katanya.

