18.582 Ha Lahan Riau Terbakar, Api Kembali Muncul di Rimbo Panjang Kampar

Pemadaman-karhutla-di-rimbo-panjang.jpg
Pemadaman karhutla di Rimbo Panjang, Kampar (Tangkapan layar/Istimewa)

RIAU ONLINE, KAMPAR - Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau hingga kini belum sepenuhnya berakhir. Di tengah upaya pemadaman dan penanganan karhutla yang terus dilakukan, kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Kampar.

Terbaru, kebakaran lahan dilaporkan terjadi di Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat, 4 September 2026.

Peristiwa tersebut terekam dalam siaran langsung media sosial TikTok akun @edisonsos0. Dalam video tersebut terlihat petugas berjibaku melakukan pemadaman terhadap kobaran api yang terus membakar lahan.

Kobaran api bahkan terlihat berada tidak jauh dari pemukiman warga. Kondisi ini membuat kebakaran tersebut menjadi perhatian lantaran api berpotensi meluas apabila tidak segera dikendalikan.

Berdasarkan informasi sementara, lahan yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 5 hektare. 

Hingga Jumat siang, proses pemadaman masih dilakukan. Kepulan asap juga masih terlihat membumbung ke udara dari lokasi kebakaran.

Kondisi tersebut kembali menunjukkan bahwa ancaman Karhutla di Riau belum benar-benar berakhir. Munculnya titik kebakaran baru di tengah tingginya akumulasi luasan lahan terbakar sepanjang 2026 menjadi perhatian tersendiri.

Apalagi, kebakaran terjadi di wilayah yang berdekatan dengan pemukiman masyarakat. Selain mengancam keselamatan dan lingkungan, asap yang ditimbulkan juga berpotensi mengganggu kualitas udara apabila kebakaran meluas dan berlangsung dalam waktu lama.



Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Riau, M Edy Afrizal, mengungkapkan besarnya dampak Karhutla yang terjadi di Provinsi Riau sepanjang 2026.

Berdasarkan akumulasi data sejak 1 Januari 2026 hingga 3 September 2026, tercatat 12.677 titik panas di seluruh wilayah Riau.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 618 titik dikategorikan sebagai titik api. Sementara total luasan lahan yang terbakar telah mencapai 18.582,90 hektare.

"Secara akumulasi sejak 1 Januari 2026 total titik panas mencapai 12.677 dengan 618 titik api dan total luasan lahan terbakar 18.582,90 hektare," ujar Edy Afrizal, Kamis, 3 September 2026.

Menurut Edy, luasan lahan yang terbakar tersebut tidak hanya terjadi di satu atau dua daerah. Karhutla telah tersebar di seluruh wilayah Provinsi Riau yang terdiri dari 12 kabupaten/kota.

Data tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan karhutla masih menjadi ancaman serius di Riau, terutama ketika kebakaran kembali muncul di sejumlah daerah. Dari 12 kabupaten/kota di Riau, Kabupaten Bengkalis tercatat sebagai daerah dengan luasan lahan terbakar paling besar.

Berdasarkan data BPBD Riau, luas lahan terbakar di Bengkalis mencapai 8.454,40 hektare. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan wilayah lainnya dan menyumbang hampir separuh dari total luasan lahan terbakar di Provinsi Riau.

Di posisi kedua terdapat Kabupaten Pelalawan dengan luasan lahan terbakar mencapai 6.640,99 hektare. Selanjutnya, Kabupaten Indragiri Hilir mencatat luasan Karhutla sebesar 1.034,02 hektare.

Kemudian disusul Indragiri Hulu dengan 605,02 hektare, Dumai 556,01 hektare, Rokan Hilir 452,53 hektare, serta Siak dengan 373,06 hektare. Sementara itu, Kepulauan Meranti mencatat luasan lahan terbakar sebesar 217,45 hektare.

Kabupaten Kampar, lokasi karhutla terbaru pada Jumat, 4 September 2026, sebelumnya tercatat memiliki luasan lahan terbakar mencapai 141,66 hektare.

Berikutnya, Kota Pekanbaru mencatat 103,33 hektare, Kuantan Singingi 69,87 hektare, dan Rokan Hulu menjadi wilayah dengan luasan Karhutla paling kecil, yakni 33,96 hektare.

Jika seluruh luasan tersebut dijumlahkan, total lahan yang terbakar di Provinsi Riau mencapai 18.582,90 hektare.