Hampir 100 Ha Lahan di Pekanbaru Terbakar Sepanjang 2026

Kebakaran-Hutan-dan-Lahan16.jpg
Arsip - Karhutla di Pekanbaru (Riau Online/Defri Candra)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Kebakaran lahan masih menjadi ancaman di Kota Pekanbaru. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru mencatat sedikitnya 93,8 hektare lahan terbakar sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Meski saat ini tidak lagi ditemukan titik api, BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Pasalnya, kondisi kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga penghujung tahun.

Plt Kepala BPBD Kota Pekanbaru, Martin Manoluk, mengatakan pemantauan terhadap kawasan rawan kebakaran tetap dilakukan meski kondisi saat ini relatif terkendali.

"Untuk titik api saat ini sudah tidak ada. Untuk ke depannya tetap kita mesti mewaspadai," kata Martin, Rabu 2 September 2026.

Menurut Martin, hujan yang mengguyur Pekanbaru dalam dua hari terakhir turut membantu mengendalikan potensi kebakaran lahan. Curah hujan di sejumlah wilayah disebut cukup membantu proses pemadaman sekaligus mencegah api meluas.

"Hujan selama dua hari ini membantu upaya pemadaman lahan terbakar," ujarnya.



Namun, kewaspadaan tetap diperlukan. Martin menyebut kondisi cuaca yang masih berpotensi kering dapat memicu kembali munculnya kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Dalam sepekan terakhir, BPBD mencatat terdapat empat kejadian kebakaran lahan di sejumlah lokasi di Pekanbaru.

Kebakaran tersebut terjadi di Jalan Rawa Bening, Kecamatan Tuah Madani; kawasan dekat SMAN 17 Pekanbaru, Kecamatan Payung Sekaki; Jalan Sidorukun Ujung, Kecamatan Payung Sekaki; serta Jalan Rawa Indah, Kecamatan Payung Sekaki.

Dari hasil pemetaan BPBD, Kecamatan Payung Sekaki menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian khusus dalam pemantauan. Selain itu, Kecamatan Rumbai dan Tenayan Raya juga masuk dalam wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran lahan.

"Untuk wilayah rawan kebakaran lahan itu ada di Kecamatan Payung Sekaki, Rumbai, dan Tenayan Raya," jelas Martin.

BPBD Pekanbaru memastikan monitoring akan terus dilakukan di kawasan-kawasan tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini agar setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.

Dengan catatan hampir 100 hektare lahan terbakar sejak awal tahun, BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan secara sembarangan.

Kondisi hujan dalam beberapa hari terakhir memang memberikan angin segar dalam pengendalian karhutla. Namun, BPBD menegaskan kondisi tersebut tidak boleh membuat kewaspadaan menurun karena potensi kemarau panjang masih dapat terjadi hingga akhir 2026.