RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi sejumlah perwira tinggi dan menengah Polri melalui tiga Surat Telegram tertanggal 30 Agustus 2026. Salah satu perubahan penting terjadi pada posisi Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau.
Brigjen Pol Hengki Haryadi mendapat penugasan baru sebagai Kapolda Papua Barat Daya, sementara kursi Wakapolda Riau selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol Simson Zet Ringu, yang sebelumnya menjabat Wakapolda Gorontalo.
Penunjukan tersebut menempatkan sosok berpengalaman di bidang intelijen dan penanganan terorisme dalam struktur pimpinan Polda Riau.
Latar belakang Simson yang banyak bersinggungan dengan Densus 88 Antiteror Polri menjadi salah satu bagian menarik dari perjalanan kariernya.
Profil Brigjen Pol Simson Zet Ringu
Brigjen Pol Simson Zet Ringu lahir di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, 3 Maret 1974. Ia menempuh pendidikan menengah di SMA Taruna Nusantara Magelang dan menyelesaikannya pada 1993.
Setelah itu, Simson melanjutkan pendidikan kepolisian dan tercatat sebagai lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996.
Perjalanan kariernya kemudian banyak berkembang di lingkungan reserse dan intelijen, khususnya pada satuan yang memiliki tugas strategis dalam menghadapi ancaman terorisme.
Pengalaman panjang tersebut menjadi bekal penting ketika Simson dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan Densus 88 Antiteror Polri.
Sejumlah posisi yang pernah diembannya antara lain Kanit Kontra Intel Densus 88/AT Bareskrim Polri, Kanit Subdit Kontra Intel Ditintel Densus 88 AT Polri, Pamen Densus 88 AT Polri, hingga jabatan di jajaran Ditintel Densus 88 AT Polri.
Ia juga tercatat pernah menjabat sebagai Direktur Intelijen (Dirintel) Densus 88 AT Polri pada periode 2020–2024.
Karier Simson kemudian memasuki babak baru ketika ia dipercaya menjadi Wakapolda Gorontalo. Dalam posisi tersebut, ia menjadi salah satu pejabat utama yang mendampingi Kapolda Gorontalo dalam menjalankan roda organisasi kepolisian di wilayah tersebut.
Kini, pengalaman tersebut akan dibawa Simson ke Riau. Mutasi terbaru menempatkannya sebagai Wakapolda Riau, menggantikan Brigjen Pol Hengki Haryadi. Pergantian ini merupakan bagian dari rotasi jabatan strategis Polri yang ditetapkan melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026.
Sebelum mencapai posisi jenderal bintang satu, Simson Zet Ringu melewati perjalanan panjang dalam institusi Polri. Dalam riwayat jabatan yang tercantum pada profilnya, ia pernah dipercaya sebagai Kapolsek Kerek, Kabupaten Tuban.
Setelah itu, kariernya berkembang di bidang intelijen dan kontraintelijen. Ia tercatat pernah menduduki sejumlah posisi di lingkungan Densus 88 Antiteror Polri, di antaranya:
- Kanit Kontra Intel Densus 88/AT Bareskrim Polri.
- Kanit Subdit Kontra Intel Ditintel Densus 88 AT Polri
- Pamen Densus 88 AT Polri
- Kasatgaswil Bali Nusra Densus 88 AT Polri
- P.S. Dirintel Densus 88 AT Polri
- Analis Kebijakan Madya Bidang Intelijen Densus 88 AT Polri
- Direktur Intelijen Densus 88 AT Polri periode 2020–2024
- Wakapolda Gorontalo periode 2024–2026
- Wakapolda Riau 2026 - sekarang
Rangkaian jabatan tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan karier Simson sangat kuat di bidang intelijen, kontraintelijen, reserse dan penanggulangan terorisme.
Salah satu posisi paling strategis dalam perjalanan kariernya adalah ketika Simson dipercaya sebagai Direktur Intelijen Densus 88 AT Polri.
Posisi tersebut memiliki peran penting dalam mendukung kerja intelijen dalam upaya pencegahan dan penanggulangan tindak pidana terorisme.
Dengan pengalaman tersebut, Simson datang ke Polda Riau bukan sebagai sosok baru dalam lingkungan kepolisian. Ia telah melewati berbagai posisi yang membutuhkan kemampuan analisis, pemetaan ancaman, pengumpulan informasi serta koordinasi lintas satuan.
Pengalaman inilah yang berpotensi menjadi modal penting dalam menjalankan tugasnya sebagai Wakapolda Riau.
Pendidikan yang Menunjang Karier
Dari sisi pendidikan, Simson memiliki latar belakang yang cukup kuat. Ia menyelesaikan pendidikan di SMA Taruna Nusantara Magelang pada 1993, sebelum kemudian melanjutkan pendidikan di Akpol dan lulus pada 1996.
Dalam perjalanan pendidikannya di lingkungan Polri, Simson juga tercatat mengikuti PTIK pada 2005.
Kombinasi pendidikan umum, pendidikan kepolisian dan pengalaman panjang di lapangan menjadi bagian dari perjalanan hingga dirinya dipercaya menduduki posisi perwira tinggi Polri.
Kini, Simson Zet Ringu memasuki medan tugas baru di Provinsi Riau. Sebagai Wakapolda, ia akan menjadi bagian penting dari kepemimpinan Polda Riau di bawah Kapolda Riau dalam menghadapi berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Riau memiliki karakteristik wilayah yang luas dengan berbagai tantangan, mulai dari tindak pidana narkotika, kriminalitas, konflik sosial, kejahatan lingkungan, hingga persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menjadi perhatian besar dalam beberapa waktu terakhir.
Pengalaman Simson di bidang intelijen tentu menjadi salah satu modal dalam membaca dinamika keamanan dan mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.
Terlebih, Riau juga merupakan wilayah strategis yang berbatasan dengan negara tetangga dan memiliki jalur perdagangan serta mobilitas masyarakat yang tinggi.
Kedatangan Simson Zet Ringu ke Riau sekaligus menandai berakhirnya masa tugas Brigjen Pol Hengki Haryadi sebagai Wakapolda Riau. Hengki mendapat promosi sebagai Kapolda Papua Barat Daya, menggantikan Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru.

