RIAU ONLINE, PEKANBARU - Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru memberikan bantuan masker kepada warga binaan. Hal tersebut sebagai bentuk kepedulian Lapas atas bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Riau.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif untuk melindungi warga binaan dari paparan asap, terutama terhadap risiko gangguan saluran pernapasan.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Eko Ari Wibowo, menginstruksikan jajaran Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) serta petugas pengamanan untuk segera melakukan pembagian masker.
Pelaksanaan pembagian dipimpin Kepala Seksi Binadik Ridho Kurniawan, didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Veazanol Kosuma dan Kepala Seksi Keamanan dan Tata Tertib Heru Prabowo.
Petugas mendatangi area hunian dan memastikan masker diterima seluruh warga binaan.
“Kesehatan warga binaan menjadi perhatian serius bagi kami. Dengan kondisi kabut asap yang terjadi saat ini, kami tidak ingin mengambil risiko. Karena itu, seluruh warga binaan harus mendapatkan masker tanpa terkecuali,” kata Eko Ari Wibowo, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurutnya, kepadatan penghuni di dalam kamar hunian menjadi salah satu alasan perlindungan kesehatan harus dilakukan secara maksimal.
Masker diharapkan dapat membantu mengurangi paparan asap, khususnya ketika warga binaan beraktivitas di luar kamar maupun di ruang terbuka.
“Kondisi hunian yang cukup padat membuat langkah pencegahan harus dilakukan secara maksimal. Kami ingin warga binaan tetap bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap,” ujarnya.
Tak hanya membagikan masker, Lapas Pekanbaru juga meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan. Dokter dan tenaga kesehatan disiagakan untuk melakukan pemantauan kondisi warga binaan, memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta menangani apabila terdapat keluhan akibat paparan asap.
“Kami juga menyiagakan dokter dan tenaga kesehatan untuk terus melakukan pemantauan. Jika ada warga binaan yang mengalami keluhan kesehatan, akan segera diberikan pemeriksaan dan penanganan medis,” tambah Eko.
Sementara itu, salah seorang warga binaan, Ahmad, mengapresiasi perhatian jajaran Lapas Pekanbaru yang memberikan masker di tengah kondisi kabut asap. Menurutnya, ketersediaan masker di kamar hunian terbatas sehingga pembagian tersebut sangat membantu.
“Kami terus terang sangat bersyukur karena kesehatan kami diperhatikan dan dijaga dengan baik oleh petugas. Masker ini sangat membantu, apalagi persediaan di kamar terbatas,” ujar Ahmad.
Ia berharap pembagian masker dapat dilakukan secara berkala selama kondisi karhutla dan kabut asap masih berlangsung.
“Semoga maskernya tetap diberikan secara berkala sampai karhutla ini mereda, sehingga kami bisa beraktivitas dengan lebih tenang dan kesehatan tetap terjaga,” pungkasnya.

