Hutan Riau Kian Membara, Ruang Hidup Harimau Sumatera Terancam

Ilustrasi-Harimau-Sumatera3.jpg
Ilustrasi Harimau Sumatera (Foto: ANTARA/Syifa Yulinnas)

RIAU ONLINE - Habitat Harimau Sumatera turut terancam akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Suaka Margasatwa Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, yang telah berlangsung lebih dari sepekan.

Beruntung, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau belum menemukan adanya satwa yang terdampak langsung kebakaran.

Meski begitu, Kepala BBKSDA Riau, Supartono menegaskan bahwa keberadaan api di dalam kawasan konservasi tetap menjadi perhatian serius lantaran SM Kerumutan merupakan salah satu habitat penting bagi satwa liar yang dilindungi, termasuk Harimau Sumatera.

"Sampai saat ini belum menemukan satwa yang terdampak akibat kebakaran," kata Supartono, dikutip dari jaringan RIAU ONLINE, kumparan, Rabu, 26 Agustus 2026.

Satgas Udara sempat berhasil memadamkan kebakaran di kawasan tersebut melalui operasi water bombing pada Jumat dan Sabtu pekan lalu. Namun, api kembali muncul akibat bara yang berada di dalam lapisan gambut.

"Karhutla yang terjadi di SM Kerumutan sudah satu minggu lebih. Sudah dilakukan water bombing oleh Satgas Udara, di hari Jumat dan Sabtu sempat padam, tapi karena cuaca dan angin yang kencang kini asapnya muncul kembali," jelasnya.

Sementara, BBKSDA Riau memperkirakan luas kawasan yang terbakar mencapai sekitar lima hektare. Namun, angka tersebut masih belum dapat dipastikan karena tim masih menuju lokasi untuk melakukan pengecekan secara langsung.



"Sekitar 5 hektare, itu lahan gambut," ujarnya.

Penanganan kebakaran juga menghadapi kendala medan. Lokasi titik api berada di kawasan lahan gambut dengan vegetasi hutan yang cukup rapat. Kondisi tersebut membuat tim harus mencari sekaligus membuka akses untuk mencapai lokasi kebakaran.

Dari batas luar kawasan, titik api di dalam SM Kerumutan diperkirakan berjarak sekitar 32 kilometer melalui jalur yang dapat ditempuh tim darat.

"Jarak tempuh tim darat itu lebih kurang 32 kilometer dan itu jalur yang tidak seperti yang kita bayangkan," ungkapnya.

Meski menghadapi medan yang sulit, upaya penanganan tetap dilakukan. Tim udara masih membantu memetakan titik api, sementara tim darat dikirim untuk mengecek kondisi lapangan serta kemungkinan dilakukan pemadaman secara langsung.

"Terlepas dari itu, kami juga sudah mengirimkan tim darat untuk melakukan pengecekan apakah memungkinkan untuk melakukan pemadaman via darat," katanya.

Selain titik api di dalam kawasan SM Kerumutan, terdapat pula lokasi kebakaran di luar kawasan yang diperkirakan berjarak sekitar 12 kilometer dari batas suaka margasatwa.

"Kami BBKSDA Riau terus memantau perkembangan karhutla tersebut untuk memastikan api tidak semakin meluas dan mengancam habitat harimau Sumatera serta satwa liar lainnya yang berada di kawasan konservasi," pungkasnya.