Kabut Asap Pekanbaru Makin Tebal, Roni Pasla Soroti Keselamatan Anak Sekolah

Kabut-Asap-Pekanbaru-Makin-Tebal-Roni-Pasla-Soroti-Keselamatan-Anak-Sekolah.jpg
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Roni Pasla (Herianto Wibowo/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Kabut asap mulai menebal di Kota Pekanbaru, Minggu 23 Agustus 2026 sore. Kondisi ini terjadi bersamaan dengan memburuknya kualitas udara yang berdasarkan pantauan BMKG telah masuk kategori tidak sehat.

Data pantauan BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat halus (PM2.5) di Pekanbaru mencapai 133,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada sore hari.

Padahal, beberapa jam sebelumnya kualitas udara masih berada dalam kategori sedang. Pada pukul 13.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat 31,1 µg/m³. Namun, kondisi mulai memburuk sejak pukul 14.00 WIB dan terus meningkat hingga sore.

Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Roni Pasla, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru segera meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul semakin tebalnya kabut yang menyelimuti sejumlah wilayah.

"Kabut makin tebal, Pemko harus waspadai kebakaran hutan dan lahan. Pemko harus pantau terus kondisi ini," ujar Roni Pasla, Ahad 23 Agustus 2026.



Menurutnya, Pemko Pekanbaru perlu melakukan pemantauan secara berkelanjutan dan mengambil langkah antisipasi apabila kualitas udara terus memburuk.

Roni juga meminta pemerintah mempertimbangkan kegiatan belajar mengajar secara daring apabila kondisi udara sudah tidak memungkinkan bagi anak-anak untuk beraktivitas di luar ruangan.

"Kalau memang tidak memungkinkan beraktivitas di sekolah, anak-anak sekolah bisa belajar secara online, terutama anak-anak TK dan SD," katanya.

Ia menilai kelompok anak-anak perlu mendapat perhatian lebih karena aktivitas di luar ruangan dalam kondisi udara tidak sehat berpotensi mengganggu kesehatan mereka.

Namun, jika pembelajaran daring belum dapat diterapkan, Roni mengimbau agar sekolah memastikan anak-anak menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

"Kalau tidak bisa daring, anak-anak harus menggunakan masker. Kita juga mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah," tegasnya.

Roni berharap seluruh pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, ikut berperan mencegah memburuknya kondisi udara. Menurutnya, pencegahan kebakaran dan pengurangan sumber polusi harus dilakukan sejak dini agar kabut asap tidak semakin parah dan mengganggu aktivitas masyarakat Pekanbaru.