RIAU ONLINE, PEKANBARU – Sebanyak 49 titik panas atau hotspot terdeteksi di Provinsi Riau, Jumat, 21 Agustus 2026. Data tersebut menunjukkan Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak di Riau, yakni mencapai 35 titik.
Selain Pelalawan, titik panas juga terpantau di sejumlah wilayah lainnya. Kabupaten Kampar tercatat memiliki enam titik panas, disusul Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak tiga titik.
Sementara itu, Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir masing-masing terdeteksi tiga dan dua titik panas. Secara keseluruhan, terdapat 890 titik panas yang terdeteksi di wilayah Sumatera. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 373 titik.
Selanjutnya, Bangka Belitung mencatat 267 titik panas, Lampung 98 titik, Jambi 57 titik, Kepulauan Riau 26 titik, Bengkulu 12 titik, Sumatera Barat empat titik, Aceh dan Sumatera Utara masing-masing dua titik.
Kondisi cuaca di Riau pada pagi hari diprakirakan udara kabur hingga cerah berawan. Memasuki siang hingga sore hari, cuaca diprediksi cerah berawan hingga berawan.
Pada malam dan dini hari, kondisi cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan.
Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 50 hingga 95 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.
Sementara itu, tinggi gelombang di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau dalam kategori rendah.
Hingga pembaruan tersebut, tidak terdapat peringatan dini cuaca untuk wilayah Riau.
Meski demikian, keberadaan puluhan titik panas tetap perlu diwaspadai, terutama di wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi seperti Pelalawan. Pemantauan dan penanganan di lapangan diperlukan untuk mengantisipasi titik panas berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

