RIAU ONLINE, PEKANBARU - DPRD Provinsi Riau menyesalkan ketidakhadiran PT Sucofindo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), yang digelar serikat pekerja, dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Riau, Kamis 20 Agustus 2026.
Wakil Ketua DPRD Riau, Parisman Ihwan mengatakan, rapat ini bertujuan untuk membahas tenaga kerja, terutama petugas pemadam kebakaran. Dimana, ada keluhan dari masyarakat melalui Serikat Pekerja.
"Undangannya resmi dan sudah disampaikan tiga hari yang lalu. Kami mengundang untuk mencari solusi dari apa yang disampaikan serikat buruh. Tapi Sucofindo tidak hadir dan tidak ada satu orang pun yang datang," ujar Parisman.
Menurutnya, alasan PT Sucofindo seharusnya tidak cukup untuk mengabaikan undangan DPRD, mengingat perusahaan tersebut menjalankan operasional dan memiliki kontrak pekerjaan di wilayah Riau.
"Ini kami sayangkan. Masak semua dengan alasan sedang dinas luar kota. Mereka tidak menghargai kami sebagai masyarakat Riau yang kami wakili," jelasnya.
Adapun pembahasan yang akan dilakukan, menurut Parisman adalah soal kesiapan dan kecukupan tenaga kerja yang ditempatkan sebagai petugas pemadam kebakaran. Dimana ada keluhan mengenai beban kerja serta jumlah personel yang dinilai perlu dikaji kembali.
"Oleh karenanya, kita ingin mengkaji apakah mereka menjalankan isi kontrak atau tidak, itu yang harus kami dalami. Kami juga sudah meminta Dinas Tenaga Kerja untuk meminta salinan kontrak mereka," jelasnya.
Parisman menyebut cakupan pekerjaan petugas pemadam kebakaran tersebut cukup luas, mulai dari wilayah Rumbai hingga Dumai dan sejumlah lokasi lainnya.
Ia menegaskan DPRD Riau akan memanggil kembali pihak Sucofindo apabila tidak menunjukkan itikad baik untuk hadir dan memberikan penjelasan.
"Kalau tidak punya niat baik, kami panggil yang kedua. Kalau tidak, nanti kami akan lanjut ke atasan kami di Komisi VI DPR RI karena Sucofindo ini di bawah Menteri BUMN," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Riau, Roni Rahmat mengatakan serikat pekerja khawatir mengenai kekurangan personel di sejumlah lokasi setelah adanya pemindahan petugas.
"Kawan-kawan dari serikat pekerja mempertanyakan pemindahan petugas kebakaran. Mereka mempertanyakan kenapa dari satu lokasi dipindahkan, sementara di lokasi lainnya juga kekurangan orang," jelasnya.

