Puluhan Pekerja Kebun Sawit Luka Setelah Diserang Sekelompok Orang di Rohul

Puluhan-Pekerja-Kebun-Sawit-Luka-Setelah-Diserang-Sekelompok-Orang-di-Rohul.jpg
Puluhan pekerja kebun kelapa sawit luka-luka setelah diserang sekelompok orang di Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, Jumat, 14 Agustus 2026 kemarin. (Tangkapan Layar)

RIAU ONLINE, ROHUL - Puluhan warga mengalami luka-luka setelah diserang sekelompok orang di sebuah kebun kelapa sawit di Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, Jumat, 14 Agustus 2026 kemarin.

Penyerangan terjadi ketika para korban berada di mess setelah menyelesaikan aktivitas membersihkan kebun. Sehari setelah kejadian, sejumlah korban mendatangi Polsek Tambusai Utara untuk melaporkan peristiwa tersebut sekaligus menjalani pemeriksaan medis dan visum.

Akibat penyerangan itu, sejumlah korban mengalami luka di berbagai bagian tubuh, mulai dari kepala, tangan, kaki, rusuk hingga mata. Beberapa korban bahkan harus mendapatkan perawatan akibat luka yang mereka alami.

Salah seorang korban, Gunawan (31), menceritakan bahwa kejadian bermula ketika dirinya bersama sejumlah pekerja sedang beristirahat di mess usai membersihkan kebun.

Menurut Gunawan, tiba-tiba datang sekelompok orang menggunakan tiga unit truk colt diesel dan dua mobil double cabin. Kelompok tersebut kemudian berteriak dan langsung menyerang para pekerja.

"Tiba-tiba datang gerombolan orang tak dikenal dengan tiga truk colt diesel dan dua mobil double cabin. Mereka berteriak 'serang', jadi kami langsung diserang," ujar Gunawan, Minggu, 16 Agustus 2026.



Gunawan mengaku menjadi korban pemukulan menggunakan kayu dan besi. Akibatnya, hidung dan tangannya mengalami luka. Ia juga menyebut dirinya sempat mendapat ancaman menggunakan senjata api.

Tak hanya mengalami kekerasan fisik, Gunawan mengaku kehilangan dua telepon seluler yang diduga diambil oleh para pelaku saat penyerangan berlangsung.

"Saya juga diancam pakai senjata api, dua ponsel saya dijarah," tegasnya.

Di tengah kasus penyerangan tersebut, muncul pula pertanyaan mengenai status lahan yang menjadi lokasi kejadian, termasuk legalitas penguasaan dan pengelolaannya.

Menurutnya, apabila lahan tersebut merupakan hasil pelimpahan dari Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), hal itu tidak serta-merta memberikan kewenangan kepada PT Agrinas Palma Nusantara untuk mengelolanya tanpa memperjelas status dan dasar hukumnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Hasyim Risahondua membenarkan adanya laporan terkait dugaan penyerangan tersebut.

Menurut Hasyim, laporan telah diterima Polsek Tambusai Utara. Polisi juga telah melakukan sejumlah langkah awal, termasuk membawa korban untuk menjalani visum, membuat laporan polisi, serta memeriksa para korban.

"Tindakan selanjutnya, memeriksa saksi-saksi, mencari keberadaan pelaku-pelaku dan melengkapi berkas," kata Hasyim.

Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku dan mengungkap secara utuh rangkaian kejadian tersebut. 

Pihak kepolisian juga akan mendalami keterangan para korban dan saksi untuk memastikan kronologi, motif penyerangan, serta dugaan penggunaan senjata api dalam peristiwa tersebut.