Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa SDN 013 Dumai Dilarikan ke Rumah Sakit

siswa-sd-dumai-keracunan-mbg.jpg
Puluhan siswa SD 013 Dumai diduga keracunan setelah menyantap MBG (Istimewa)

RIAU ONLINE, DUMAI - Puluhan siswa SD Negeri 013, Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, diduga keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis, 13 Agustus 2026.

Informasi yang diperoleh, sekitar 36 siswa mengalami keluhan kesehatan. Sejumlah siswa bahkan terlihat lemas hingga harus mendapatkan penanganan medis.

Situasi tersebut turut menjadi perhatian para wali murid yang datang ke sekolah untuk memastikan kondisi anak-anak mereka. Salah satunya Daus, yang mengaku melihat sejumlah siswa berseragam Pramuka dalam kondisi lemas dan membutuhkan pertolongan.

Daus mengatakan, seorang siswa sempat dibawa ke halaman sekolah dan dimasukkan ke dalam ambulans milik Pemerintah Kota Dumai dengan nomor polisi BM 7753 RA. Namun, menurutnya, ambulans tersebut tidak membawa siswa itu ke rumah sakit.

“Katanya sopir ambulans hanya wajib standby di sekolah. Akhirnya guru SDN 013 bernama Dila membawa anak tersebut ke rumah sakit menggunakan kendaraan pribadi,” ujar Daus dikutip di media lokal Riau pembaruan.

Daus menyebut, sejumlah siswa lainnya telah lebih dahulu dibawa ke fasilitas kesehatan setelah mengalami keluhan kesehatan yang diduga muncul usai mengonsumsi makanan MBG.



“Banyak anak yang terlihat lemas. Kami sebagai wali murid tentu khawatir dan ingin memastikan mereka mendapatkan pertolongan,” katanya.

Makanan dalam program MBG yang dikonsumsi para siswa tersebut diketahui diproduksi oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Jalan Gajah Mada, Dumai.

Meski demikian, hingga kini belum dapat dipastikan apakah keluhan kesehatan yang dialami para siswa tersebut benar-benar disebabkan oleh makanan MBG. 

Jumlah siswa terdampak maupun penyebab pasti keluhan juga masih menunggu pemeriksaan serta keterangan resmi dari pihak berwenang.

Di sisi lain, penggunaan ambulans milik Pemerintah Kota Dumai juga menjadi sorotan. Pemerintah daerah perlu memberikan penjelasan mengenai standar operasional, fungsi, serta kewenangan penggunaan ambulans tersebut, terutama dalam kondisi siswa membutuhkan pertolongan medis.

Peristiwa ini kini menunggu penanganan dan klarifikasi dari pihak terkait, termasuk sekolah, Pemerintah Kota Dumai, pengelola SPPG, serta instansi kesehatan untuk memastikan penyebab keluhan yang dialami para siswa.