38 Siswa SD di Dumai Diduga Keracunan MBG, Jumlah Korban Berpotensi Bertambah

38-Siswa-SD-di-Dumai-Diduga-Keracunan-MBG-Jumlah-Korban-Berpotensi-Bertambah.jpg
Sebanyak 38 siswa di Kota Dumai, dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG, Kamis, 13 Agustus 2026. (Istimewa)

RIAU ONLINE, DUMAI - Sebanyak 38 siswa dari dua sekolah dasar (SD) di Kota Dumai, Riau, dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis, 13 Agustus 2026.

Dua sekolah yang terdampak dalam peristiwa tersebut yakni SD Negeri 013 Labour Housing dan SD Negeri 015 yang berada di Jalan Hang Tuah, Kota Dumai.

Informasi yang dihimpun, makanan MBG yang dikonsumsi para siswa tersebut berasal dari dapur pelaksana program MBG yang berada di Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur.

Hingga pukul 15.00 WIB, sedikitnya 38 siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan yang dibagikan melalui program tersebut. Namun, jumlah korban masih memungkinkan bertambah karena sejumlah siswa lainnya masih dalam pemantauan.

Dugaan keracunan ini sontak membuat orang tua siswa dan masyarakat khawatir. Apalagi, keluhan kesehatan baru dapat muncul beberapa waktu setelah seseorang mengonsumsi makanan yang diduga menjadi sumber masalah.

Peristiwa tersebut juga mendorong perhatian serius terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG, khususnya mulai dari pemilihan bahan makanan, proses pengolahan, kebersihan dapur, penyimpanan, hingga pendistribusian makanan ke sekolah.



Masyarakat meminta seluruh siswa yang mengalami keluhan segera mendapatkan pemeriksaan medis dan penanganan secara optimal.

Pemeriksaan menyeluruh juga dinilai penting untuk memastikan penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut.

Selain itu, sampel makanan yang dikonsumsi para siswa perlu diperiksa di laboratorium untuk memastikan apakah benar terdapat kontaminasi atau faktor lain yang menyebabkan para siswa mengalami gangguan kesehatan.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru yang membawahi wilayah Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat, Dr. Syartiwidya, memastikan pihaknya mengambil tindakan tegas menyikapi kejadian tersebut.

"Kami beri sanksi tegas dan suspend SPPG-nya," singkat Syartiwidya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk evaluasi dan respons terhadap kejadian yang menimpa para siswa penerima manfaat program MBG.

Suspend terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut dilakukan sembari menunggu proses pemeriksaan dan evaluasi lebih lanjut terhadap pelaksanaan program, termasuk aspek keamanan pangan.

Kini, Dinas kesehatan dan aparat kepolisian tengah menyelidiki menu makanan MBG dari SPPG Gajah Mada tersebut.