RIAU ONLINE, PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru segera menggelar pembahasan terkait kelanjutan revitalisasi Pasar Wisata Pasar Bawah yang hingga kini masih terhenti. Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung pekan depan dengan melibatkan pedagang dan sejumlah pihak terkait.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan pembahasan tersebut dilakukan atas perintah Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyusul terhentinya proses revitalisasi pasar selama kurang lebih tiga bulan.
"Terkait Pasar Bawah, Pak Wali Kota sudah memberi perintah untuk segera melakukan pembahasan," ujar Zulhelmi Arifin, Sabtu 8 Agustus 2026.
Menurut Zulhelmi, pertemuan tersebut tidak hanya membahas persoalan terhentinya pekerjaan revitalisasi, tetapi juga mencari solusi terbaik agar pengelolaan dan keberlanjutan Pasar Bawah dapat segera memiliki kepastian.
Pemko Pekanbaru akan mengundang seluruh pedagang yang terdampak maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan dalam pertemuan tersebut.
"Seluruh pedagang di Pasar Bawah akan kami undang, kami undang semua nanti. Begitu juga dengan pihak lainnya," katanya.
Di sisi lain, PT Ali Akbar Sejahtera (AAS) selaku pengelola Pasar Bawah hingga kini belum menindaklanjuti surat peringatan kedua yang sebelumnya diterbitkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru.
Batas waktu yang diberikan kepada pihak pengelola untuk menindaklanjuti surat tersebut juga telah berakhir.
Kondisi ini membuat PT AAS berada di ujung risiko pemutusan kontrak. Pasalnya, perusahaan tersebut dinilai belum mampu menyelesaikan proses revitalisasi Pasar Bawah yang telah berjalan sejak 2023.
Situasi tersebut semakin memperkuat dorongan Pemko Pekanbaru untuk segera menentukan langkah terhadap masa depan pasar yang menjadi salah satu kawasan perdagangan dan wisata di Kota Pekanbaru tersebut.
Sebelumnya, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan kekecewaannya karena belum adanya kepastian mengenai kelanjutan revitalisasi Pasar Bawah.
Pemko Pekanbaru pun telah menyiapkan sejumlah opsi untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Salah satunya adalah kemungkinan mengambil alih pengelolaan Pasar Bawah apabila kontrak dengan pihak pengelola akhirnya dihentikan.
Pembahasan yang akan digelar pekan depan diharapkan menjadi momentum untuk mempertemukan seluruh pihak sekaligus menentukan langkah konkret, sehingga revitalisasi Pasar Bawah tidak kembali berlarut-larut dan kepentingan para pedagang tetap mendapat perhatian.

