Ringankan Beban Orang Tua, Sabarudi Apresiasi Program Seragam Gratis Pemko Pekanbaru

Ringankan-Beban-Orang-Tua-Sabarudi-Apresiasi-Program-Seragam-Gratis-Pemko-Pekanbaru.jpg
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi. (Herianto Wibowo/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Program Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang menggratiskan tiga stel seragam sekolah bagi seluruh peserta didik baru di SD Negeri dan SMP Negeri mendapat respons positif dari DPRD Kota Pekanbaru.

Kebijakan tersebut dinilai menjadi langkah nyata pemerintah dalam meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus memperluas akses pendidikan yang setara bagi masyarakat.

Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi mengapresiasi program bantuan pendidikan tersebut. Menurutnya, pemberian seragam gratis bagi seluruh siswa baru sekolah negeri merupakan kebijakan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama para orang tua yang harus mempersiapkan berbagai kebutuhan sekolah anak di tahun ajaran baru.

Ia menilai program tersebut semakin positif karena tidak hanya menyasar keluarga kurang mampu. Seluruh peserta didik baru di SD Negeri dan SMP Negeri mendapatkan bantuan tiga stel seragam sekolah tanpa membedakan kondisi ekonomi keluarganya.

Program ini mencakup bantuan tiga stel seragam bagi sekitar 9.800 peserta didik baru SD Negeri dan sekitar 11 ribu peserta didik baru SMP Negeri.

Untuk siswa SD, bantuan terdiri dari seragam merah putih, seragam pramuka, dan seragam olahraga. Sementara siswa SMP mendapatkan seragam putih biru, seragam pramuka, dan seragam olahraga.

"Ini program yang sangat baik dan tentu sangat membantu masyarakat, khususnya para orang tua yang setiap tahun harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk kebutuhan sekolah anak," ujar Sabarudi, Jumat 7 Agustus 2026.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan seragam sekolah, tetapi juga menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat.



Sabarudi berharap pelaksanaan program dilakukan secara tepat sasaran, transparan, dan tidak menimbulkan pungutan tambahan di sekolah.

"Kita tentu berharap program ini benar-benar dilaksanakan sesuai dengan tujuan awalnya. Jangan sampai ada lagi orang tua yang dibebani biaya untuk mendapatkan seragam yang memang sudah menjadi program bantuan dari pemerintah," tegasnya.

Selain bantuan seragam untuk seluruh siswa baru, Pemko Pekanbaru juga memberikan perlengkapan sekolah berupa tas dan buku bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu atau jalur afirmasi.

Di tingkat SD, bantuan perlengkapan sekolah tersebut disiapkan untuk sekitar 1.500 siswa. Jumlah yang sama juga disiapkan bagi sekitar 1.500 siswa jalur afirmasi di tingkat SMP.

Sebelumnya Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meringankan beban orang tua sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan perlengkapan pendidikan yang layak.

"Tahun ini ada dua bentuk bantuan yang kita berikan, yaitu seragam sekolah dan perlengkapan sekolah berupa tas serta buku bagi siswa jalur afirmasi," kata Jamal, Selasa 4 Agustus 2026.

Saat ini, proses pengadaan bantuan memasuki tahap persiapan. Selama Agustus, Dinas Pendidikan akan melakukan pendataan sekaligus pengukuran ukuran seragam peserta didik sebelum masuk ke tahap produksi.

"Kita targetkan paling lambat Oktober seluruh bantuan seragam sudah selesai dan bisa dipakai oleh anak-anak. Agustus ini kita matangkan, termasuk pengambilan ukuran seragam siswa," jelasnya.

Sabarudi pun berharap proses pengadaan dan pendistribusian dapat berjalan tepat waktu sehingga para siswa bisa menggunakan seragam bantuan tersebut tanpa harus menunggu terlalu lama.

Ia juga mendukung langkah Dinas Pendidikan yang akan melakukan pengawasan terhadap sekolah untuk mencegah adanya praktik penjualan seragam maupun pungutan kepada orang tua siswa.

"Pengawasan ini penting. Kalau pemerintah sudah memberikan seragam secara gratis, jangan sampai ada pihak sekolah yang justru menjual seragam atau membebankan biaya kepada orang tua," katanya.

Dengan adanya program tersebut, Sabarudi berharap kebijakan bantuan pendidikan tidak berhenti pada pemberian seragam dan perlengkapan sekolah, tetapi dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pekanbaru.

"Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita bisa mendapatkan pendidikan dengan baik tanpa orang tua merasa terbebani oleh biaya-biaya yang seharusnya bisa dibantu pemerintah," tutupnya.