RIAU ONLINE, PEKANBARU - Satlantas Polresta Pekanbaru mengungkap kronologi tabrak lari yang sempat viral di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Payung Sekaki, Selasa, 4 Agustus 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.
Kasat Lantas Polresta Pekanbaru melalui Kasubnit Gakkum Satlantas Polresta Pekanbaru, Ipda Firhendra, mengatakan kecelakaan tersebut melibatkan sebuah mobil sedan Mitsubishi Lancer bernomor polisi BM 1734 FI yang dikemudikan FRA dengan satu unit sepeda motor yang hingga kini belum diketahui identitas maupun nomor polisinya.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, mobil Mitsubishi Lancer melaju dari arah Simpang Jalan Durian menuju Jalan Riau. Saat berada di lokasi kejadian, pengemudi berusaha mendahului kendaraan di depannya melalui lajur kiri.
"Pada saat bersamaan, ada kendaraan roda dua di depan yang juga memotong dari sisi kiri kendaraan yang sedang didahuluinya. Akibatnya mobil Mitsubishi Lancer menyenggol sepeda motor tersebut hingga pengendaranya terjatuh," kata Ipda Firhendra, Rabu, 5 Agustus 2026.
Dari hasil pemeriksaan, pengemudi mengaku sebelumnya baru selesai makan siang di dan hendak pulang ke rumahnya.
Firhendra menyebutkan, pengemudi juga mengaku kehilangan konsentrasi saat mengemudi karena sedang bertengkar dengan pasangannya.
"Alasannya pada saat itu sedang ribut dengan pasangannya sehingga tidak berkonsentrasi saat mengemudikan kendaraan," ujarnya.
Selain itu, hasil pemeriksaan urine di Rumah Sakit Bhayangkara menunjukkan pengemudi positif mengandung amfetamin dan metamfetamin.
"Saat ini yang bersangkutan sudah kami serahkan ke Satresnarkoba Polresta Pekanbaru untuk didalami terkait hasil positif urinenya," jelas Firhendra.
Satlantas Polresta Pekanbaru juga masih mencari pengendara sepeda motor yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Polisi mengimbau korban maupun masyarakat yang mengetahui identitas kendaraan roda dua itu agar segera melapor ke Unit Laka Satlantas Polresta Pekanbaru.
"Laporan korban diperlukan agar proses penyelidikan dan penyidikan perkara ini dapat berjalan sesuai ketentuan," tutup Firhendra.

