RIAU ONLINE, PEKANBARU – Tren kenaikan harga bahan kebutuhan pokok yang mulai dirasakan masyarakat menjadi perhatian DPRD Kota Pekanbaru. Komisi II DPRD meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan segera memperkuat program ketahanan pangan agar masyarakat tidak semakin bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah.
Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Zainal Arifin, menilai penguatan ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan masyarakat. Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah mengedukasi warga untuk memanfaatkan lahan tidur maupun lahan kosong di sekitar rumah sebagai area bercocok tanam.
Menurutnya, pemanfaatan lahan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus menjadi upaya menghadapi fluktuasi harga bahan pokok di pasaran.
"Dalam rangka mengantisipasi kerisauan masyarakat terhadap kenaikan harga bahan kebutuhan pokok di pasaran, saya meminta Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru memberikan edukasi tentang ketahanan pangan kepada masyarakat. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan tidur atau lahan di lingkungan sekitar serta membentuk Kelompok Wanita Tani," ujar Zainal Arifin, Selasa 5 Agustus 2026.
Selain mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong, politisi Gerindra ini juga mendorong Dinas Ketahanan Pangan membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) di berbagai wilayah di Kota Pekanbaru. Menurutnya, keberadaan KWT dapat menjadi wadah pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum perempuan, dalam meningkatkan kemandirian pangan keluarga.
Ia menilai program tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berpotensi mengurangi beban pengeluaran masyarakat jika hasil panen dapat dimanfaatkan untuk konsumsi sehari-hari.
Zainal mengatakan berbagai komoditas seperti cabai, sayuran, hingga tanaman pangan lainnya dapat ditanam di pekarangan rumah maupun lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan demikian, masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah yang rentan memengaruhi harga ketika distribusi terganggu.
Menurutnya, penguatan ketahanan pangan harus menjadi program berkelanjutan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama. Selain meningkatkan ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga, langkah tersebut juga dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan Kota Pekanbaru dalam jangka panjang.
"Dengan memanfaatkan lahan yang ada di lingkungan masing-masing, masyarakat dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangannya sendiri. Ini menjadi salah satu langkah nyata untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah sekaligus menghadapi kenaikan harga bahan pokok," pungkasnya.

