RIAU ONLINE, PEKANBARU - Rangkaian aksi kejahatan jalanan yang terjadi dalam sepekan terakhir kembali menjadi sorotan publik. Aksi begal dan penjambretan yang terjadi di sejumlah ruas jalan di Kota Pekanbaru membuat masyarakat semakin resah.
Ironisnya, dalam beberapa kejadian yang terjadi, korban didominasi perempuan yang melintas seorang diri. Para pelaku diduga sengaja memanfaatkan kondisi jalan yang sepi, terutama pada dini hari hingga menjelang subuh, untuk melancarkan aksinya.
Berdasarkan rangkuman RiauOnline, Minggu, 2 Agustus 2026, sedikitnya tiga peristiwa kejahatan jalanan terjadi hanya dalam kurun waktu sepekan terakhir.
Begal Sadis di Jalan Teropong
Peristiwa pertama terjadi di Jalan Teropong, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah Madani, Senin, 27 Juli 2026 sekitar pukul 01.26 WIB. Korban, Desi Supriati (41), menjadi sasaran tiga orang pelaku yang mengendarai sepeda motor. Saat melintas seorang diri, korban tiba-tiba dipepet para pelaku yang mengacungkan senjata tajam.
Dalam kondisi panik, Desi berusaha menghindar. Namun nahas, ia kehilangan kendali atas sepeda motornya hingga terjatuh ke dalam parit di pinggir jalan. Kesempatan itu dimanfaatkan para pelaku untuk membawa kabur sepeda motor beserta telepon genggam milik korban sebelum melarikan diri.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian kepala dan beberapa bagian tubuh. Selain kehilangan harta benda, korban juga mengalami trauma mendalam.
Korban sempat tergeletak di pinggir jalan. Sejumlah pengendara yang melintas disebut tidak berani mendekat karena khawatir para pelaku masih berada di sekitar lokasi. Beruntung, warga sekitar Jalan Teropong dan Jalan Cipta Karya akhirnya datang memberikan pertolongan. Mereka mengevakuasi korban, memberikan pertolongan pertama, hingga memastikan korban mendapatkan penanganan medis.
Belum reda keresahan masyarakat akibat peristiwa di Jalan Teropong, aksi serupa kembali dilaporkan terjadi dua hari kemudian. Kali ini, lokasi kejadian berada di Jalan Soekarno Hatta, tepatnya di sekitar Jalan Rawa Mangun, pada Rabu, 29 Juli 2026.
Informasi tersebut mencuat melalui unggahan media sosial milik seorang warga bernama Khairinnisa.
Dalam unggahannya, ia menyebut rekannya menjadi korban begal setelah dihadang pelaku yang membawa golok panjang. Korban disebut ditodong menggunakan senjata tajam sebelum akhirnya sepeda motor miliknya dirampas.
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar luas dan memicu kekhawatiran masyarakat, terutama pengguna jalan yang kerap melintas pada malam hingga dini hari.
Aksi kejahatan kembali terjadi pada Sabtu, 1 Agustus 2026 sekitar pukul 04.00 WIB. Seorang ibu diduga menjadi korban penjambretan saat melintas di Jalan Soekarno Hatta menuju kawasan Arengka.
Informasi kejadian juga pertama kali beredar melalui media sosial. Dalam narasi yang beredar, pelaku berusaha merampas tas selempang milik korban. Korban sempat mempertahankan tasnya, namun akhirnya terjatuh hingga wajahnya membentur aspal dan mengalami luka.
Peristiwa tersebut kembali memperkuat kekhawatiran masyarakat terhadap meningkatnya aksi kriminalitas yang menyasar perempuan yang melintas seorang diri. Rentetan aksi kejahatan tersebut menjadi alarm serius bagi keamanan Kota Pekanbaru.
Dalam waktu kurang dari sepekan, tiga kejadian dengan pola yang hampir serupa terjadi di ruas jalan berbeda. Para pelaku diduga mengincar korban yang melintas sendirian pada waktu-waktu rawan ketika kondisi jalan relatif sepi.
Masyarakat pun berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli rutin, khususnya pada malam hingga dini hari di titik-titik yang selama ini dianggap rawan tindak kriminal.
Selain patroli, warga juga berharap kehadiran aparat dapat memberikan rasa aman sehingga masyarakat tidak lagi dihantui rasa takut saat beraktivitas pada malam atau menjelang subuh.
Sejumlah warga menilai upaya pencegahan harus lebih diutamakan agar kejahatan serupa tidak terus berulang.
"Kami berharap patroli malam diperbanyak, terutama di jalan-jalan yang sepi. Jangan sampai setelah ada korban baru aparat hadir. Kehadiran polisi di lapangan akan membuat masyarakat merasa lebih aman," ujar seorang warga di kawasan Tuah Madani, Tya.
Warga lainnya juga mengaku kini lebih waspada ketika harus bepergian seorang diri pada malam hari.
"Sekarang kalau keluar malam rasanya khawatir, apalagi kalau perempuan sendirian. Mudah-mudahan pelaku segera ditangkap dan keamanan kota kembali terjaga," Donita.
Maraknya aksi begal dan penjambretan dalam beberapa hari terakhir menjadi pengingat bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama, dengan aparat penegak hukum sebagai garda terdepan dalam pencegahan maupun penindakan.
Masyarakat berharap kepolisian dapat mengungkap seluruh kasus yang terjadi, menangkap para pelaku, serta memperkuat langkah-langkah preventif melalui patroli dan pengawasan di wilayah rawan. Sementara itu, pihak kepolisian dari Polda Binawidya mengaku akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

