RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru memulai aktivitas dengan senam pagi bersama di lapangan olahraga lapas, Jumat, 31 Juli 2026.
Iringan musik yang bersemangat membuat suasana pagi terasa lebih hidup, sementara para peserta mengikuti setiap gerakan secara kompak dan penuh antusias.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu program pembinaan yang rutin dilaksanakan untuk menjaga kebugaran jasmani sekaligus membangun semangat positif di lingkungan lapas.
Selain meningkatkan kesehatan fisik, senam pagi juga menjadi sarana menanamkan kedisiplinan, kekompakan, serta membentuk pola hidup sehat bagi warga binaan.
Pelaksanaan senam berlangsung tertib di bawah pengawasan petugas pemasyarakatan dan instruktur.
Kebersamaan yang tercipta selama kegiatan turut mempererat hubungan antara petugas dengan warga binaan, sehingga suasana pembinaan berlangsung lebih humanis dan kondusif.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, mengatakan pembinaan yang diberikan kepada warga binaan tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas kesehatan dan mental.
"Pembinaan di Lapas tidak hanya berbicara tentang pengawasan, tetapi juga bagaimana kami menciptakan lingkungan yang mampu membangun semangat, menjaga kesehatan, serta membentuk kebiasaan hidup yang lebih baik," ujar Yuniarto.
Melalui kegiatan seperti senam pagi, pihaknya ingin menghadirkan ruang-ruang positif agar warga binaan tetap produktif dan siap menjalani proses pembinaan dengan optimal.
Ia menambahkan, kebiasaan hidup sehat yang ditanamkan selama menjalani masa pidana diharapkan dapat menjadi bekal berharga ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
"Kami berharap setiap kegiatan pembinaan yang dilaksanakan mampu memberikan manfaat nyata, baik bagi kesehatan fisik maupun pembentukan karakter," kata dia.
Menurutnya, dengan kondisi tubuh yang sehat dan mental yang lebih baik, warga binaan akan lebih siap untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif dan bertanggung jawab.
Melalui berbagai program pembinaan yang berkesinambungan, Lapas Kelas IIA Pekanbaru terus berkomitmen menghadirkan pendekatan pemasyarakatan yang humanis, dengan menempatkan kesehatan, kedisiplinan, dan perubahan perilaku sebagai bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan.

