Korban Begal di Pekanbaru Selamat Berkat Pertolongan Warga, Kerabat: Terima Kasih

Korban-Begal-di-Pekanbaru-Selamat-Berkat-Pertolongan-Warga-Kerabat-Terima-Kasih.jpg
Ilustrasi (Ilustrasi AI)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Aksi begal kembali menghantui warga Kota Pekanbaru. Kali ini korbannya seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Desi Supriati (41), yang menjadi sasaran tiga pelaku bersenjata tajam saat melintas di Jalan Teropong, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah Madani, Senin, 27 Juli 2026 dini hari sekitar pukul 01.26 WIB.

Peristiwa tersebut menyisakan trauma mendalam bagi korban. Selain mengalami luka di bagian kepala dan tubuh akibat terjatuh ke dalam parit, Desi juga kehilangan sepeda motor serta telepon genggam yang dibawa kabur para pelaku.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat itu korban sedang mengendarai sepeda motor seorang diri. Di tengah perjalanan, tiga orang pelaku yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba memepet laju kendaraan korban sambil mengacungkan senjata tajam.

Dalam kondisi panik dan berusaha menghindari ancaman para pelaku, Desi kehilangan kendali atas sepeda motornya hingga terjatuh ke dalam parit di pinggir jalan. Setelah korban terjatuh, para pelaku langsung membawa kabur sepeda motor beserta telepon genggam milik korban sebelum melarikan diri.

Korban sempat tergeletak di pinggir jalan dalam kondisi terluka. Sejumlah pengendara yang melintas disebut tidak berani mendekat karena khawatir dengan situasi yang masih mencekam. 

Beruntung, warga sekitar Jalan Teropong dan Jalan Cipta Karya akhirnya datang memberikan pertolongan.  Mereka membantu mengevakuasi korban, memberikan pertolongan pertama, hingga memastikan korban mendapatkan penanganan medis.

Meski selamat, peristiwa tersebut meninggalkan luka fisik sekaligus trauma psikologis yang cukup berat bagi korban.

Rasa syukur atas keselamatan Desi disampaikan oleh kerabat korban, Tya Donita, melalui akun media sosial TikTok miliknya, @tyadonita, Selasa, 28 Juli 2026. Dalam unggahannya, Tya mengungkapkan bahwa kakak iparnya berhasil selamat dari aksi pembegalan berkat pertolongan warga sekitar.

"Alhamdulillah, kakak ipar saya Desi selamat dari pembegalan di Jalan Cipta Karya dekat Perumahan D'Kuta," tulis Tya.



Ia juga menyampaikan bahwa korban kini telah kembali ke rumah meskipun masih mengalami luka di beberapa bagian tubuh.

"Kakak saya sudah pulang ke rumah walaupun ada luka di bagian wajah dan badan. Terima kasih warga sekitar dan Perumahan Cipta Karya," jelasnya.

Ucapan tersebut mendapat respons positif dari banyak warganet yang turut mendoakan kesembuhan korban sekaligus mengapresiasi kepedulian warga yang berani memberikan pertolongan. Peristiwa yang dialami Desi bukan menjadi satu-satunya aksi kejahatan jalanan yang belakangan terjadi di Pekanbaru.

Sebelumnya, seorang warga melalui media sosial juga melaporkan dugaan aksi begal di kawasan Jalan Soekarno Hatta, tepatnya di sekitar Jalan Rawa Mangun. Melalui unggahannya, akun bernama Khairinnisa menyebut rekannya menjadi korban perampasan sepeda motor setelah diancam menggunakan sebilah golok panjang oleh para pelaku.

Rangkaian peristiwa tersebut membuat masyarakat semakin resah, terutama mereka yang masih harus beraktivitas pada malam hingga dini hari. Maraknya aksi kejahatan jalanan memicu gelombang kritik di media sosial. Berbagai unggahan mengenai kasus begal ramai dibagikan, salah satunya melalui akun Instagram @kabarpekanbaru. 

Kolom komentar dipenuhi berbagai keluhan masyarakat yang mempertanyakan efektivitas pengamanan dan patroli malam yang dilakukan aparat kepolisian. Salah seorang pengguna Instagram dengan akun tat* menilai aparat lebih fokus pada agenda lain dibanding memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Polisi di Riau sibuk jaga gajah daripada keselamatan warga dari begal," tulisnya sambil menandai akun Kapolda Riau.

Komentar lain datang dari akun Edi* yang menilai kondisi keamanan saat ini menunjukkan perlunya langkah yang lebih serius dalam melindungi masyarakat.

"Tanda gagalnya memberikan keamanan untuk masyarakat. Harusnya ganti saja," tulisnya.

Sementara akun lins* mempertanyakan intensitas patroli malam yang dilakukan aparat.

"Apa sudah pensiun semua polisi di Pekanbaru, hampir setiap minggu ada korban begal. Kenapa tidak gencar patroli malam? Apa tugas kalian duduk di kantor saja? Begal tetap merajalela," tulisnya.

Kritik yang lebih keras juga disampaikan akun Zul* yang meminta aparat bergerak lebih masif memburu para pelaku begal.

"Sudah berkali-kali terjadi. Mereka berani karena tidak ada pergerakan masif dari polisi untuk memburu habis-habisan para pelaku," tulisnya.

Masyarakat berharap aparat kepolisian segera meningkatkan patroli di titik-titik rawan, mengungkap para pelaku, serta memberikan rasa aman kepada warga agar kasus serupa tidak terus berulang di Kota Pekanbaru.