RIAU ONLINE, PEKANBARU - Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal kembali menghantui warga Kota Pekanbaru. Dalam waktu berdekatan, sedikitnya dua kasus menimpa pengendara wanita dan memicu gelombang kritik dari masyarakat terhadap aparat kepolisian yang dinilai belum mampu menekan angka kejahatan jalanan.
Kasus terbaru menimpa seorang wanita bernama Desi Supriyati (43) yang menjadi korban begal di Jalan Teropong, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah Madani, Senin, 27 Juli 2026 sekitar pukul 01.26 WIB.
Korban yang saat itu mengendarai sepeda motor tiba-tiba dipepet oleh tiga orang pelaku yang membawa senjata tajam. Dalam kondisi panik, Desi kehilangan kendali atas sepeda motornya hingga terjatuh ke dalam parit.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian kepala. Sementara sepeda motor dan telepon genggam miliknya berhasil dibawa kabur para pelaku. Peristiwa tersebut menambah panjang daftar aksi begal yang terjadi di Pekanbaru dalam beberapa pekan terakhir.
Sebelumnya, aksi serupa juga dilaporkan terjadi di Jalan Soekarno Hatta, tepatnya di sekitar Jalan Rawamangun.
Melalui unggahan di media sosial, seorang warga bernama Khairinnisa mengaku rekannya menjadi korban begal di lokasi tersebut. Korban disebut dirampas sepeda motornya setelah ditodong menggunakan golok panjang oleh pelaku.
Maraknya aksi kejahatan jalanan ini memicu keresahan masyarakat. Berbagai unggahan terkait kasus begal ramai dibagikan di media sosial, salah satunya melalui akun Instagram @kabarpekanbaru, Senin, 27 Juli 2026.
Kolom komentar akun tersebut dipenuhi kritik pedas yang ditujukan kepada aparat kepolisian. Banyak warganet mempertanyakan langkah nyata kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di Kota Pekanbaru.
Salah seorang pengguna Instagram dengan akun tat* menilai aparat lebih fokus pada agenda lain dibanding memberikan rasa aman kepada masyarakat.
"Polisi di Riau sibuk jaga gajah daripada keselamatan warga dari begal," tulisnya sambil menandai akun Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan.
Komentar senada disampaikan akun Edi** yang menilai situasi keamanan saat ini menunjukkan lemahnya perlindungan terhadap masyarakat.
"Tanda gagalnya @humaspolda_riau memberikan keamanan untuk masyarakat. Harusnya ganti saja," tulisnya.
Sementara akun lins* mempertanyakan intensitas patroli malam yang dilakukan aparat kepolisian.
"Apa sudah pensiun semua polisi di Pekanbaru, hampir setiap minggu ada korban begal, kenapa kalian tidak gencar patroli malam. Apa tugas kalian duduk di kantor saja? Begal tetap merajalela," sindirnya.
Kritik lebih keras datang dari akun Zul** yang meminta aparat bergerak lebih masif memburu pelaku begal.
"Gagal total semua, Satreskrim, Humas Polda, Herry Heryawan, gagal semua dan rusak. Sudah berkali-kali terjadi mereka berani karena tidak ada pergerakan masif dari polisi untuk memburu habis-habisan," tulisnya.
Sedangkan akun Jf** menyoroti minimnya pengamanan di kawasan yang dianggap rawan kejahatan.
"Polisi mana berani di tempat sepi. Palingan cuma di kota besar saja, tempat rawan harusnya wajib dijaga," komentarnya.
Tak hanya melontarkan kritik, sejumlah warganet juga secara langsung menandai akun resmi Humas Polda Riau, Satreskrim Polresta Pekanbaru, hingga Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan agar segera mengambil langkah tegas memberantas aksi begal yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.
Masyarakat berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli, terutama pada malam hingga dini hari di titik-titik yang selama ini dianggap rawan tindak kriminal.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak Polsek Binawidya mengaku telah turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga memastikan proses penyelidikan masih berlangsung dan tim sedang memburu para pelaku.
"Kami sudah melakukan olah TKP dan saat ini pelaku masih dalam pengejaran," ujar pihak Polsek Binawidya.
Maraknya aksi begal dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius masyarakat. Warga berharap pengungkapan kasus tidak hanya berhenti pada penyelidikan, tetapi juga diikuti peningkatan patroli rutin dan penindakan tegas terhadap para pelaku agar rasa aman masyarakat kembali terwujud di Kota Pekanbaru.

