RIAU ONLINE, PEKANBARU - DPP Golkar mengambil alih penyelesaian konflik yang melibatkan dua kader dan Anggota fraksi Golkar di DPRD Riau, yakni Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPD I Golkar Riau, Yulisman, Jumat, 24 Juli 2026.
"Masalah itu (konflik Parisman dan Eet) sudah diambil alih oleh DPP Golkar. Supaya lebih objektif," ujarnya.
Menurutnya, pasca diambil alih oleh DPP Golkar, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan komentar. Namun, menurutnya keduanya sudah melakukan pertemuan-pertemuan untuk menyelesaikan konflik tersebut.
"Karena ini DPP kita tidak bisa berkomentar. Tetapi ya mereka sudah melakukan pertemuan lah, pasti ada," jelasnya.
Sebelumnya, kisruh Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet pada Kamis 16 Juli 2026, usai Rapat Banggar di DPRD Riau, mendapat sorotan dari masyarakat luas.
Konflik ini juga mendapat kecaman dari Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Pihaknya meminta agar persoalan ini segera dibahas dan tidak kembali terulang di masa depan.
"Ini memalukan. Atas nama Partai Golkar, saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya masyarakat Riau yang pasti tidak nyaman melihat peristiwa tersebut," ujarnya, Jumat, 17 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pengecekan terkait peristiwa memalukan tersebut.
"Saya sudah check, persoalan itu berawal dari saudara Eet yang memojokkan saudara Parisman. Padahal rapat itu sedang membahas urusan Anggaran. Saudara Parisman pun kemudian terpancing emosi," jelasnya.
Menurutnya, sesama anggota Fraksi Partai Golkar seharusnya bisa saling menjaga nama baik kolega, soliditas, dan marwah Golkar. Bukan saling tuding dan merasa hebat-hebatan, apalagi di depan anggota DPRD lain dan publik.
Oleh karena itu, ia juga meminta Pimpinan DPD Golkar Riau untuk segera memanggil kedua pihak yang bertikai, agar masalah tersebut tidak semakin besar dan segera selesai.
"Saya berharap pimpinan Partai Golkar di sana dapat segera menyelesaikan urusan mereka, dengan memanggil mereka berdua, agar tidak memperpanjang persoalan, apalagi melibatkan antar kelompok masing-masing," pungkasnya.

