RIAU ONLINE, PEKANBARU – Kabar mengejutkan datang dari dunia olahraga panjat tebing Riau. Yudhi Muis Syarief resmi mengundurkan diri dari kepengurusan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Provinsi Riau masa bakti 2024–2028.
Keputusan tersebut disampaikan melalui surat pengunduran diri yang ditujukan kepada Plt Gubernur Riau yang juga Ketua Umum FPTI Riau, SF Hariyanto, tertanggal 17 Juli 2026.
Yudhi yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum FPTI Riau menyatakan pengunduran dirinya setelah melalui pertimbangan panjang. Dalam surat tersebut, ia menegaskan bahwa keputusannya bukan didasari rasa kecewa, perbedaan kepentingan pribadi, maupun bentuk ketidakhormatan kepada pimpinan organisasi.
"Dengan ini menyatakan mengundurkan diri dari Pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia Provinsi Riau masa bakti 2024–2028 terhitung sejak surat ini saya sampaikan," tulis Yudhi dalam surat tersebut.
Pria yang telah mengabdikan diri di FPTI Riau sejak 2011 itu mengungkapkan, selama lebih dari satu dekade dirinya telah mencurahkan waktu, tenaga, pikiran, bahkan kehidupan pribadi demi kemajuan olahraga panjat tebing di Provinsi Riau. Ia juga pernah mengemban amanah sebagai Ketua Umum FPTI Riau periode 2019–2023.
"Keputusan ini merupakan hasil pertimbangan yang panjang setelah saya mengabdi di FPTI Provinsi Riau sejak tahun 2011 dan pernah diberi amanah sebagai Ketua Umum FPTI Provinsi Riau periode 2019–2023. Selama lebih dari satu dekade, saya telah menyaksikan jatuh bangunnya pembinaan olahraga panjat tebing di negeri Melayu ini, mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan kehidupan pribadi demi kemajuan atlet dan olahraga Riau," tulisnya.
Dalam surat tersebut, Yudhi juga menyoroti kondisi pembinaan olahraga prestasi di Riau yang menurutnya mulai kehilangan arah. Ia menilai komunikasi antarlembaga tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya, ruang dialog semakin sempit, sementara perbedaan pandangan justru lebih sering menjadi alasan untuk saling menjauh dibandingkan saling menguatkan.
Ia mengaku merasakan ruang pengabdiannya di organisasi sudah tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya. Menurutnya, semangat kebersamaan yang dulu menjadi kekuatan organisasi perlahan tergantikan oleh kepentingan-kepentingan yang tidak lagi berorientasi pada kemajuan bersama.
"Keadaan tersebut membuat saya menyadari bahwa kehadiran saya tidak lagi dipandang sebagai bagian dari solusi. Untuk itu, saya memilih mengundurkan diri karena saya juga tidak ingin keberadaan saya justru berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan atau menghambat jalannya organisasi," lanjut isi surat tersebut.
Yudhi menegaskan bahwa baginya jabatan bukanlah tujuan, melainkan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan martabat.
"Jabatan bukanlah tujuan, melainkan amanah. Ketika amanah tidak lagi dapat dijalankan dengan bermartabat, maka mengundurkan diri adalah bentuk penghormatan kepada organisasi, kepada diri sendiri, dan kepada nilai-nilai yang saya yakini," tulisnya.
Surat pengunduran diri tersebut juga ditembuskan kepada Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) FPTI.
Di akhir suratnya, Yudhi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini telah bekerja sama dengannya, mulai dari Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, Sekretaris Umum beserta jajaran Pengurus Pusat FPTI, Ketua Umum FPTI Riau, Dewan Pembina dan Penasehat FPTI Riau, para Ketua Umum FPTI kabupaten/kota se-Riau, seluruh pengurus, atlet, hingga insan olahraga panjat tebing di Provinsi Riau.
"Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Demikian surat pengunduran diri ini saya buat dan saya tandatangani dalam keadaan sadar dengan kehendak sendiri tanpa paksaan dan tekanan dari pihak manapun. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk kepada kita semua dalam menjaga amanah dan memuliakan olahraga di Bumi Lancang Kuning," tutup Yudhi dalam surat pengunduran dirinya.

