Markarius Anwar Ungkap Banyak Laporan LGBT, Siap Ambil Langkah Tegas

Wakil-Wali-Kota-Pekanbaru-Markarius-Anwar11.jpg
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar (Herianto Wibowo/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengajak kalangan kawula muda untuk mewaspadai fenomena Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar generasi muda tidak terjerumus dalam perilaku yang dinilai menyimpang serta untuk menekan penyebaran kasus HIV di Kota Pekanbaru.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan pemerintah menerima banyak laporan dari masyarakat terkait aktivitas kelompok LGBT di sejumlah lokasi di Pekanbaru. Karena itu, Pemko menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap aktivitas yang dinilai mengganggu ketertiban umum dan meresahkan masyarakat.

"Untuk LGBT di Kota Pekanbaru ini, banyak kami terima laporan dari masyarakat," kata Markarius Anwar, Senin 13 Juli 2026.

Ia menegaskan, pemerintah kota tidak akan membiarkan aktivitas yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.



"Kita juga siap mengambil tindakan hukum apabila memang meresahkan," ujarnya.

Markarius menjelaskan, salah satu perhatian pemerintah adalah tingginya penularan HIV yang dikaitkan dengan perilaku Lelaki Seks Lelaki (LSL). Karena itu, edukasi kepada generasi muda dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai bahaya HIV dan pentingnya menjaga kesehatan.

Sebagai bentuk komitmen, Pemko Pekanbaru sebelumnya telah menghentikan sementara aktivitas New Paragon KTV, Pool and Cafe pada Februari 2026. Kebijakan tersebut diambil setelah tempat hiburan malam itu menjadi lokasi berlangsungnya pesta LGBT pada akhir Januari 2026, yang dinilai mengganggu ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.

Selain penegakan aturan, pemerintah juga mengedepankan pendekatan edukatif. Markarius mengatakan Pemko telah memberikan penyuluhan kepada pelajar tingkat SMA dengan menghadirkan tenaga medis untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya HIV.

"Kita beri edukasi tentang bahayanya hingga bahaya HIV, kita hadirkan dokter," ungkapnya.

Ke depan, Pemko Pekanbaru berencana memperluas program edukasi ke sekolah-sekolah dengan melibatkan dokter dan psikolog. Program tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai kesehatan reproduksi, risiko penularan HIV, serta nilai-nilai yang dianut masyarakat agar generasi muda terhindar dari perilaku berisiko.