RIAU ONLINE, PEKANBARU - Tiga nama besar calon Rektor Universitas Riau (Unri) periode 2026-2030 telah diumumkan. Di antaranya Dr. Maxsasai Indra yang meraih 29 suara, Prof Ahmad Fadli dengan dukungan 13 suara, dan Prof. Dr. Jimmi Copriady yang mendapatkan 11 suara dari keanggotaan senat Unri.
Ketiga kandidat yang bukan alumni Unri ini lolos di antara kandidat lainnya yang merupakan alumni dari kampus Riau tersebut.
Alumni Fisip Unri Jenewar menilai kegagalan para alumni Unri yang mencalonkan diri sebagai rektor Unri juga merupakan kegagalan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Riau (IKA Unri).
Ia menilai IKA Unri gagal menjalankan perannya untuk mengawal para alumni menduduki peran-peran strategis.
"Menurut saya ini adalah bukti gagalnya IKA Unri dalam perannya mengawal para alumni Unri. Dari 8 kandidat sebelumnya, 4 kandidat alumni Unri dan 4 yang bukan, tetapi tidak satupun alumni Unri yang terpilih, " ujarnya, Sabtu, 11 Juli 2026.
Ia menjelaskan, jika di kandang sendiri saja (Unri, red), IKA Unri gagal dengan perannya untuk membesarkan para alumni. Padahal IKA Unri dibentuk dengan tujuan mengawal para alumni agar dapat berkembang dan menjadi besar di kancah daerah maupun nasional.
"Gimana mau membesarkan kader ke daerah atau pusat, di rumah sendiri saja gagal. Saya malah curiga ada permainan di IKA Unri ini," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, tiga kandidat rektor Unri diumumkan oleh Ketua Senat Unri Prof. Dr. Ir. Zulkarnaini, didampingi Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Dr M Rasuli.
"Alhamdulillah dari 8 bakal calon yang mendaftar, terjaring tiga orang. Ketiganya adalah Dr. Maxsasai Indra, SH., MH dari Fakultas Hukum yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor 1 Unri, lalu Prof Ahmad Fadli ST MT PhD yang merupakan Dekan Fakultas Teknik Unri, dan Prof. Dr. Jimmi Copriady, M.Si yang saat ini menjabat sebagai Dekan FKIP Unri," jelasnya.
Sementara, kandidat yang gagal lolos adalah Prof. Dr. Iwantono (4 suara), Prof. Dr. Elfizar (2 suara), Prof. Dr. Firdaus (2 suara) dan Prof. Dr. Nofrizal (1 suara). Sedangkan Aldrin Herwany tidak mendapatkan suara.
Selanjutnya, kata Zulkarnaini, ketiga nama yang terjaring akan dikirim ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk diverifikasi, dan akan dilakukan pemilihan rektor oleh Senat Universitas dan urusan Kementerian pada 5 Agustus 2026 mendatang.

