RIAU ONLINE - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melaksanakan dua kali kali operasi tangkap tangan (OTT) dalam sepekan terakhir. Dua operasi senyap itu menjaring Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, dan Bupati Langkat, Syah Afandin.
Namun, ada dugaan informasi mengenai dua OTT ini sempat bocor sebelum para pihak diamankan.
Dalam OTT di Kuansing, KPK sempat tak menemukan keberadaan sang Bupati. Dalam proses pencarian tersebut, KPK juga memperoleh informasi bahwa Suhardiman sempat dijemput oleh pihak tertentu. KPK masih mendalami bagaimana Suhardiman dapat mengetahui keberadaan tim yang tengah melakukan operasi di Riau.
Sementara pada OTT di Langkat, KPK menyebut Syah Afandin telah mengetahui dirinya sedang dipantau oleh lembaga antirasuah. Ia bahkan membatalkan pertemuannya dengan sosok penyuap. Meski begitu, Syah Afandin membantah dirinya sudah tahu akan di-OTT KPK.
Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menjelaskan OTT alias penyelidikan tertutup ini semestinya tidak diketahui oleh publik.
"Terkait untuk penyelidikan tertutup memang semestinya itu tidak diketahui publik atau artinya tidak ada pihak-pihak yang dimintai oleh tim penyelidik untuk diklarifikasi. Artinya tim penyelidik langsung turun ke lapangan," kata Taufik, dikutip dari kumparan, Sabtu, 4 Juli 2026.
Taufik menduga, kedatangan tim penyelidik ke suatu lokasi bisa saja menjadi indikasi bagi para pihak yang diduga korupsi bahwa akan dilakukan OTT.
“Nah ketika turun ke lapangan itulah ada mungkin indikasi-indikasi diketahui karena memang mungkin orangnya sudah pernah datang ke Langkat atau memang ada informasi-informasi yang diketahui ini orang-orang KPK,” ucapnya.
Ia menegaskan, masalah ini masih akan didalami lebih lanjut. Evaluasi akan mencakup metode pengerahan tim penyelidik ke lapangan agar tidak mudah terdeteksi oleh pihak luar.
“Jadi memang ini masih perlu pendalaman lebih lanjut untuk kenapa pihak-pihak luar itu mengetahui kemudian informasi-informasi bahwa tim akan turun ke Langkat. Jadi ini bukan memang bocor dari luar tapi memang ini dugaan-dugaan saja bahwa orang itu mungkin pun juga mengira-ngira bahwa ada tim yang tim KPK yang turun ke daerah sehingga kemudian dilakukan antisipasi-antisipasi,” katanya.
Meski begitu, Taufik menyebut, upaya antisipasi dari pihak yang menjadi target tidak membuat operasi penindakan gagal, karena tim di lapangan tetap melakukan serangkaian kegiatan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menemukan bukti tindak pidana.
“Dari ilmu kejahatan kan selalu ada meninggalkan jejak-jejak sehingga tim di lapangan tetap berupaya untuk melakukan penyelidikannya,” ucapnya.

