RIAU ONLINE, PEKANBARU - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau memastikan penyelidikan kasus dugaan kekerasan terhadap mahasiswa Muhammad Lutfi saat aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Riau pada 22 Juni 2026 terus berjalan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua, mengatakan penyidik baru dapat memeriksa korban pada Jumat, 3 Juli 2026 karena sebelumnya kondisi korban belum memungkinkan untuk dimintai keterangan.
“Hari ini saksi korban sudah kita periksa. Sebelumnya kita sudah memeriksa dua orang rekan korban. Hari ini korban baru bisa memberikan keterangan sehingga menjadi bagian penting untuk pengembangan penyelidikan,” kata Hasyim.
Menurutnya, pemeriksaan terhadap korban dilakukan setelah penyidik berkoordinasi dengan kuasa hukum korban.
Awalnya, penyidik berencana memeriksa korban di kediamannya. Namun, atas koordinasi dengan pengacara, korban akhirnya hadir langsung ke Polda Riau untuk memberikan keterangan.
“Kami doakan korban segera sembuh. Hari ini alhamdulillah korban sudah bisa diperiksa dan memberikan keterangan mengenai apa yang dilihat, didengar, maupun dialaminya,” ujarnya.
Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa tiga saksi, yakni dua rekan korban, Raihan dan Deo, serta korban Muhammad Lutfi.
Selain itu, polisi juga akan memanggil petugas pengamanan yang bertugas saat aksi demonstrasi berlangsung.
“Kita akan berkembang. Termasuk petugas-petugas yang melakukan pengamanan juga akan kita lakukan pemeriksaan,” jelasnya.
Dalam proses penyelidikan, polisi juga mengumpulkan sejumlah barang bukti berupa rekaman video. Video yang sebelumnya diterima telah dianalisis dan saat ini masih didalami bersama tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau.
Pada hari yang sama, mahasiswa juga menyerahkan satu flashdisk berisi dokumentasi tambahan yang akan diteliti lebih lanjut di Pusat Laboratorium Forensik untuk membantu mengidentifikasi pelaku.
“Video pertama sudah kami evaluasi. Hari ini mahasiswa menyerahkan satu flashdisk yang nanti akan dilakukan penelitian di Puslabfor untuk menentukan siapa pelakunya,” ungkap Hasyim.
Meski identitas pelaku belum diketahui, Hasyim menegaskan penyelidikan masih terus berlangsung dan keterangan korban akan menjadi pintu masuk untuk mengungkap pelaku.
“Kita masih penyelidikan. Karena hari ini saksi korban baru kita periksa. Ini menjadi kunci untuk berkembang ke siapa pelakunya,” katanya.
Terkait aksi mahasiswa di depan Mapolda Riau yang menuntut keseriusan penyidikan, Hasyim menegaskan pihaknya berkomitmen mengusut perkara tersebut secara profesional.
“Tuntutannya agar penanganan ini serius. Saat ini kita buktikan bahwa kita serius. Bukan kita lambat, tetapi memang hari ini baru bisa dilakukan pemeriksaan terhadap saksi korban,” tegasnya.
Berdasarkan hasil visum sementara, korban mengalami retak pada bagian kanan wajah. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lebih rinci untuk disampaikan kepada publik.

