RIAU ONLINE, PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat inflasi tahunan atau year on year (YoY) Riau mengalami kenaikan sebesar 4,55 persen dari Juni 2025 ke Juni 2026, dengan indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 113,28.
Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, mengatakan kenaikan angka inflasi ini dikarenakan adanya kenaikan pada sejumlah kelompok pengeluaran masyarakat.
"Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan tertinggi sebesar 10,77 persen, diikuti kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,22 persen, pendidikan 5,08 persen, transportasi 4,38 persen, kesehatan 3,51 persen," ujarnya, Rabu, 1 Juli 2026.
Kenaikan juga dipicu oleh penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,08 persen. Kemudian pengeluaran rekreasi, olahraga dan budaya 2,14 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 1,07 persen, serta informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,99 persen.
Ia menjelaskan, inflasi ini ditekan dengan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi harga, yakni kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,36 persen serta kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen.
Berdasarkan komoditinya, BPS mencatat angka inflasi naik karena kenaikan sejumlah barang seperti emas perhiasan, cabai merah, bensin, biaya akademi atau perguruan tinggi, minyak goreng, biaya pemeliharaan atau servis kendaraan, ikan patin, Sigaret Kretek Mesin (SKM), angkutan udara, ikan serai, daging ayam ras, nasi dengan lauk, ikan tongkol, cabai rawit.
"Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi antara lain sabun deterjen, jengkol, kentang, masker, buncis, kelapa, sandal kulit wanita, gaun wanita, blus wanita, sepatu pria, sabun mandi cair, tarif kendaraan roda empat daring serta celana panjang jeans wanita," jelasnya.
Lanjutnya, harga sejumlah komoditas pada Juni 2026 memang mengalami kenaikan harga sehingga angka inflasi juga menjadi naik.
"Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Kampar sebesar 4,90 persen dengan IHK 114,22, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Dumai sebesar 4,30 persen dengan IHK 113,33," pungkasnya.

