Mendagri Apresiasi Lonjakan PAD Pekanbaru, Kota Bertuah Jadi Percontohan Nasional

Siapkan-Sanksi-Berat-Wali-Kota-Pekanbaru-Kecam-ASN-yang-Terlibat-Perselingkuhan.jpg
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho (Herianto Wibowo/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian.

Bahkan, Kota Pekanbaru disebut sebagai salah satu daerah yang layak menjadi percontohan nasional dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah.

Pada 2025, PAD Kota Pekanbaru tercatat melonjak signifikan, dari sekitar Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun. Peningkatan tersebut dinilai sebagai hasil dari berbagai kebijakan yang berpihak kepada masyarakat tanpa membebani para wajib pajak.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan strategi peningkatan PAD dilakukan melalui pendekatan yang mengutamakan kemudahan dan pelayanan kepada masyarakat, bukan dengan menaikkan beban pajak.

"Kita meningkatkan PAD dengan cara membuat kebijakan yang tidak memberatkan masyarakat," kata Agung, Jumat 26 Juni 2026.



Menurutnya, kebijakan yang memberikan keringanan justru mendorong meningkatnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Dampaknya, penerimaan daerah mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah penurunan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Kebijakan tersebut, kata Agung, terbukti efektif meningkatkan realisasi penerimaan dari sektor PBB karena semakin banyak masyarakat yang membayar pajak.

Selain itu, Pemko Pekanbaru juga menurunkan tarif parkir pada tahun lalu. Langkah tersebut turut memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan dari sektor perparkiran.

Tidak hanya itu, pemerintah kota juga melakukan berbagai inovasi untuk mengoptimalkan penerimaan dari sektor pajak kendaraan bermotor. Salah satunya dengan melibatkan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk turun langsung ke lingkungan masyarakat.

"Termasuk dalam upaya peningkatan pajak kendaraan bermotor. Kita memberdayakan kader PKK untuk turun door to door ke masyarakat menyosialisasikan dan menagih pajaknya, termasuk penyampaian SPT PBB," jelas Agung.

Ia menilai, pendekatan yang mengedepankan pelayanan, edukasi, serta kemudahan kepada masyarakat menjadi kunci keberhasilan Pemko Pekanbaru dalam meningkatkan PAD. Menurutnya, masyarakat akan lebih patuh membayar pajak ketika pemerintah menghadirkan kebijakan yang adil dan tidak memberatkan.

Atas capaian tersebut, Pemko Pekanbaru berharap strategi peningkatan PAD yang mengedepankan pelayanan publik dapat terus dipertahankan sekaligus menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lain dalam mengoptimalkan penerimaan daerah demi mendukung pembangunan yang berkelanjutan.