Di Sidang Paripurna DPRD Riau, SF Hariyanto Tuding MBG Picu Realisasi PAD Rendah

Plt-Gubri-SF.jpg
Pelaksanaa Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto (Dok. Pemprov Riau)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Plt Gubernur Provinsi Riau SF Hariyanto menyoroti rendahnya realisasi retribusi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, dikarenakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Hal ini ia sampaikan saat menanggapi keluhan Ketua Pansus Optimalisasi Pajak Abdullah, dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Provinsi Riau, pada Senin 22 Juni 2026 kemarin. 

Dalam momen itu, Ketua Pansus Optimalisasi Pajak Daerah Abdullah menyampaikan realisasi retribusi Pemprov Riau lebih rendah dibandingkan provinsi tetangga. Bahkan, hingga pertengahan tahun 2026, realisasi retribusi daerah Riau baru mencapai sekitar 25 persen dari target Rp12 miliar yang telah ditetapkan.

"Enam bulan ini capaian kita baru sekitar 25 persen dari target Rp12 miliar. Sementara Sumatera Barat mampu memperoleh retribusi hingga Rp22 miliar," ujar Abdullah. 


Menurutnya, rendahnya realisasi retribusi Pemprov ini harus menjadi perhatian semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan stakeholder terkait di Riau. 

"Ekonomi kita jauh lebih besar, tetapi penerimaan retribusinya justru kalah. Ini harus menjadi perhatian serius seluruh OPD yang memiliki objek retribusi," jelas Abdullah. 

Menanggapi hal ini SF Hariyanto mengatakan rendahnya realisasi retribusi ini dikarenakan dampak dari Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). 

"Pertama merespon retribusi progressnya kecil, ini adalah dampak dari MBG. Mereka dikasih makan dan minum sehingga banyak kantin itu tutup," ujarnya. 

Namun ia menjelaskan bahwa dengan kebijakan MBG saat ini, kantin-kantin mulai kembali "hidup".

"Alhamdulillah sekarang ada kebijakan untuk memberdayakan kembali kantin-kantin sekolah. Mudah-mudahan aktivitas ekonomi bisa kembali tumbuh dan berdampak positif terhadap penerimaan daerah," pungkasnya.