RIAU ONLINE, ROKAN HILIR - Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Riau menunjukkan komitmennya dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan bakti religi dan penyaluran bantuan pembangunan rumah ibadah.
Kegiatan yang berlangsung di Gereja GKJB Simpang Menggala, Kabupaten Rokan Hilir, Senin, 22 Juni 2026 dan dipimpin langsung oleh Danton 1 Kompi 2 Batalyon B Pelopor, Ipda Yasaruddin.
Dalam kegiatan tersebut, personel Brimob tidak hanya bergotong royong membantu lingkungan gereja, tetapi juga menyerahkan bantuan berupa material bangunan dan perlengkapan kebersihan.
Bantuan yang disalurkan meliputi satu truk pasir, 10 sak semen, lima sapu lantai, dua sapu garuk, satu pel lantai, serta satu sekop sampah. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembangunan sekaligus menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan gereja bagi para jemaat.
Komandan Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Riau, AKBP Efadhoni Lilik Pamungkas, mengatakan bahwa kegiatan bakti religi merupakan bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat yang diwujudkan melalui aksi nyata dan kepedulian sosial.
"Momentum HUT ke-80 Bhayangkara ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat".
"Brimob tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berupaya membantu masyarakat melalui kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan mereka," ujar AKBP Efadhoni.
Menurutnya, bantuan yang diberikan merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan sarana ibadah sekaligus upaya memperkuat persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama di Provinsi Riau.
"Kami berharap bantuan ini dapat membantu kelancaran pembangunan gereja dan menjadi simbol kebersamaan yang semakin mempererat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat".
"Semangat Bhayangkara harus tercermin melalui pelayanan yang humanis, responsif, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi semua lapisan masyarakat," tegasnya.
Melalui kegiatan bakti religi ini, Brimob Polda Riau menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

