RIAU ONLINE, PEKANBARU - Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau mengungkap peredaran narkotika lintas negara dengan menyita 6,94 kilogram sabu dan 969 cartridge etomidate merek Yakuza yang diduga berasal dari Malaysia. Barang bukti bernilai hampir Rp10 miliar itu diamankan dari seorang kurir berinisial IM (24) di Kota Pekanbaru.
Menariknya, selain sabu dalam jumlah besar, polisi juga menemukan hampir seribu cartridge Yakuza yang diduga akan dipasarkan di Riau. Temuan ini menunjukkan tren baru peredaran zat berbahaya yang tidak lagi hanya mengandalkan narkotika konvensional, tetapi juga menyasar pengguna rokok elektrik atau vape.
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, mengatakan pengungkapan bermula dari informasi adanya penyelundupan narkotika dari Negara Jiran menuju Riau melalui jalur laut.
Tim Ditresnarkoba kemudian melakukan penyelidikan di wilayah Bengkalis dan berkoordinasi dengan Bea Cukai Bengkalis untuk memantau perairan Teluk Latak yang diduga menjadi salah satu pintu masuk barang haram tersebut.
Setelah melakukan pendalaman, polisi memperoleh informasi bahwa target telah bergerak menuju Pekanbaru. Tim kemudian melakukan pengintaian hingga akhirnya menangkap IM di kawasan salah satu hotel di Jalan Imam Munandar.
“Dari dalam mobil yang digunakan tersangka ditemukan tujuh bungkus besar sabu dengan berat sekitar 6,94 kilogram dan 969 cartridge etomidate merek Yakuza,” kata Kombes Putu, Selasa, 9 Juni 2026.
Polda Riau memperkirakan pengungkapan ini telah menyelamatkan sekitar 35.680 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Nilai ekonomis seluruh barang bukti yang diamankan ditaksir mencapai Rp9,84 miliar.
Dari hasil pemeriksaan, tersangka IM mengaku hanya bertugas sebagai kurir. Ia menerima perintah dari seseorang bernama Long Chu yang diduga menjadi pengendali jaringan dan kini masih dalam pengejaran.
IM mengaku sudah tiga kali menjalankan tugas serupa. Pada dua pengiriman sebelumnya, ia menerima upah masing-masing Rp2 juta, sedangkan untuk pengiriman terakhir yang digagalkan polisi, ia belum sempat menerima bayaran.
Saat ini Ditresnarkoba Polda Riau masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jalur masuk barang, tujuan peredaran, serta memburu pihak lain yang terlibat dalam jaringan penyelundupan narkotika dan etomidate lintas negara tersebut.

