RIAU ONLINE, ROKAN HILIR - Kasus penodongan Senjata api (Senpi) yang sempat menghebohkan masyarakat dan viral di media sosial akhirnya diungkap jajaran Satreskrim Polres Rokan Hilir.
Pria berinisial AGK alias Anggit, yang diduga menodongkan senjata airsoft gun kepada pengendara lain saat kemacetan di Jalan Rantau Bais–Bukit Timah, diketahui merupakan mantan anggota TNI Angkatan Udara yang telah diberhentikan dari dinas.
Kasat Reskrim Polres Rohil AKP Kristofel mengungkapkan, pelaku diamankan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) pada Senin, 8 Juni 2026 di kawasan Kilometer 9, Kelurahan Air Kulim, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.
"Iya benar, (yang bersangkutan merupakan pecatan TNI AU-red). Saat ini yang bersangkutan bekerja sebagai subkontraktor di lingkungan PHR," ujar AKP Kristofel, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut Kristofel, insiden tersebut bermula pada Minggu (7/6/2026) sore ketika terjadi sistem buka-tutup jalan di ruas Jalan Rantau Bais–Bukit Timah. Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan mengular dan memicu kemacetan cukup parah.
Saat itu, AGK diketahui sedang melakukan perjalanan dari Duri menuju wilayah Sungai Rokan untuk memancing.
Di tengah kemacetan, seorang pengendara mobil bernama Marwaji disebut mencoba mendahului kendaraan lain di dekat SPBU Bukit Timah sehingga memperparah kepadatan arus lalu lintas.
"Melihat situasi tersebut, AGK turun dari kendaraannya dan menegur saudara Marwaji," terang Kristofel.
Namun teguran itu justru berkembang menjadi adu mulut. Polisi menyebut pelaku tersulut emosi setelah mendengar ucapan yang dianggap tidak menyenangkan dari pengendara yang ditegurnya.
"Terjadi cekcok antara keduanya. Pelaku mengaku terpancing emosi karena mendengar perkataan yang dianggap tidak pantas," jelasnya.
Dalam kondisi emosi tersebut, AGK kemudian kembali menuju mobilnya dan mengambil senjata airsoft gun jenis Glock 22 yang berada di dalam kendaraan. Senjata itu lalu diduga digunakan untuk mengintimidasi lawan bicaranya.
"Diduga ada percobaan penodongan menggunakan airsoft gun kepada saudara Marwaji. Namun korban berusaha menghindar sehingga tidak terjadi kontak lebih lanjut," kata Kristofel.
Peristiwa itu terekam dan beredar luas di media sosial hingga menuai kecaman dari masyarakat.
Menindaklanjuti viralnya video tersebut, Satreskrim Polres Rohil bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti yang digunakan dalam kejadian tersebut.

