Mualaf Kampung Terpencil Terkendala Biaya Masuk Pesantren, Diangkat Jadi Anak Bupati Siak

bupati-siak-anak-mualaf.jpg
Mualaf dari Kampung terpencil Tanjung Pal, Sungai Apit, Siak, mengadu terkendala biaya masuk Pondok Pesantren. (HENDRA DEDAFTA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, SIAK - Bupati Siak Afni Zulkifli menjadikan Sugianto (15), seorang mualaf dan murid SMPN 8 Sungai Apit asal Kampung Tanjung Pal, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, sebagai anak angkatnya sekaligus menanggung seluruh biaya pendidikan di pondok pesantren.

Peristiwa haru itu terjadi saat Bupati Afni menyerahkan seragam sekolah gratis kepada siswa SD dan SMP di Kampung Tanjung Pal, Kamis, 21 Mei 2026.

Di sela kegiatan tersebut, Yani, ibu dari Sugianto, menyampaikan langsung keluhannya kepada Bupati Siak terkait keinginan anaknya melanjutkan pendidikan tingkat SLTA di pondok pesantren.

“Anak saya ingin lanjut sekolah di pondok pesantren, tapi saya bingung biaya, apalagi sekolahnya harus jauh dari rumah,” keluh Yani kepada Bupati Afni Z.

Yani mengatakan, keinginan Sugianto untuk memperdalam pendidikan agama sangat besar. Ia khawatir cita-cita anaknya untuk belajar agama di pondok pesantren tidak dapat terwujud karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Bupati Afni Zulkifli, menyatakan siap membantu pendidikan Sugianto. Bahkan menjadikannya sebagai anak angkat.


“Ya sudah, kamu jadi anak angkat saya saja. Saya sekolahkan di pondok pesantren, semua biaya saya tanggung. Yang penting serius sekolah, buat bangga orang tua,” kata Afni.

Afni mengatakan pendidikan merupakan hak setiap anak dan tidak boleh terhenti hanya karena persoalan ekonomi. Menurutnya, pemerintah daerah harus hadir membantu masyarakat, terutama anak-anak yang memiliki semangat besar untuk belajar.

“Anak-anak seperti ini harus kita dukung. Jangan sampai ada anak yang putus sekolah karena biaya. Apalagi dia punya niat kuat belajar agama dan mengejar cita-citanya,” ujar Afni.

Ia juga menegaskan, pendidikan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Siak, baik pendidikan umum maupun pendidikan berbasis keagamaan.

“Kami ingin anak-anak Siak mendapat kesempatan pendidikan yang layak. Pemerintah harus hadir memberi solusi,” katanya.

Afni berharap kisah Sugianto dapat menjadi motivasi bagi anak-anak lain agar tetap semangat menempuh pendidikan meski memiliki keterbatasan ekonomi.

“Kita sangat mendukung setiap anak yang ingin melanjutkan pendidikan. Semua cara akan kami usahakan agar mereka bisa sekolah,” tutupnya.