Tahun Ini, Pemprov Riau Targetkan Prevalensi Stunting Turun Jadi 17 Persen

Stunting2.jpg
Ilustrasi stunting/istimewa (istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menargetkan upaya penurunan stunting menjadi 17 persen di tahun 2026. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, Selasa 21 April 2026.

Ia menjelaskan, angka stunting di Riau berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, tercatat sebesar 20,1 persen. Sejalan dengan Pemerintah Pusat, Pemprov Riau berkomitmen untuk menurunkan angka ini.

Target ini juga sudah dituangkan dalam  dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau 2025–2029. Dalam pelaksanaannya, ia mengajak setiap instansi terkait agar bekerjasama dan bersinergi mewujudkan misi daerah tersebut.

"Dalam upaya penurunan stunting ini, diperlukan penguatan intervensi lintas sektor, mulai dari peningkatan layanan kesehatan, edukasi gizi, hingga perbaikan sanitasi," jelasnya.


Sementara itu, Guru Besar Gizi Masyarakat Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Riau, Aslis Wirda Hayati, mengatakan upaya penurunan stunting seringkali terhalang oleh stigma di masyarakat. 

Menurutnya, saat seorang anak dinyatakan stunting oleh kader, biasanya orang tua enggan membawa kembali anaknya ke Posyandu karena tidak ingin mendapatkan label negatif di masyarakat. 

"Oleh karenanya, sosialisasi dari aspek psikologis juga sangat penting. Anak dan keluarganya tidak boleh merasa direndahkan. Ini menjadi tugas tenaga gizi agar penanganan stunting tidak menimbulkan stigma," pungkasnya.