RIAU ONLINE, PEKANBARU — Gagasan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, untuk mengabadikan nama tokoh pendiri Kota Pekanbaru, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah, sebagai nama pintu tol mendapat sambutan hangat dari kalangan tokoh adat.
Dukungan tersebut disampaikan Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka. Ia menyatakan pihaknya memberikan apresiasi penuh terhadap usulan tersebut.
“Kami dari MKA LAM Riau Kota Pekanbaru memberikan dukungan penuh dan apresiasi setinggi-tingginya atas gagasan Wako Agung Nugroho. Ini adalah langkah mulia dalam memperkuat identitas budaya sekaligus merawat ingatan kolektif masyarakat,” ujarnya, Selasa 7 Maret 2026.
Menurutnya, penamaan pintu tol dengan nama tokoh pendiri kota memiliki makna strategis. Selain berfungsi sebagai gerbang utama mobilitas masyarakat, pintu tol juga menjadi simbol representasi daerah yang mampu memperkenalkan nilai sejarah kepada masyarakat luas.
“Ini bukan hanya soal nama, tetapi bagaimana kita menjaga jati diri daerah. Pintu tol sebagai akses utama keluar-masuk kota sangat tepat jika disematkan nilai historis lokal,” jelasnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut juga dapat menjadi sarana edukasi yang efektif, khususnya bagi generasi muda, agar tetap mengenal dan menghargai akar sejarah daerah di tengah pesatnya pembangunan.
Lebih jauh, Datuk Seri Rizky menilai gagasan ini mencerminkan keseimbangan antara pembangunan infrastruktur modern dengan pelestarian nilai-nilai tradisi. Menurutnya, kemajuan daerah tidak harus menghilangkan identitas budaya yang telah diwariskan.
“Pembangunan jalan tol tentu mendorong pertumbuhan ekonomi, menggerakkan UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, identitas lokal harus tetap menjadi bagian dari pembangunan tersebut,” tambahnya.
Ia menilai, gagasan tersebut menjadi contoh kolaborasi yang harmonis antara kemajuan dan kearifan lokal, sehingga pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga nilai-nilai budaya.
“Melalui penamaan ini, kita diingatkan bahwa membangun masa depan tidak boleh melupakan sejarah. Ini adalah langkah yang sangat bijak,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen, LAM Riau Kota Pekanbaru menyatakan siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mengawal usulan tersebut hingga dapat direalisasikan.
Datuk Seri Rizky berharap gagasan ini segera mendapat persetujuan dari pihak terkait sehingga dapat menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat Kota Pekanbaru.
“Semoga ini bisa segera terwujud dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

