Hadapi El Nino, Riau Siapkan Langkah Antisipasi Kekeringan Hingga Karhutla

Ilustrasi-kemarau.jpg
Ilustrasi cuaca panas. (Foto: Shutter Stock via kumparan)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengantisipasi dampak dari fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada Juni 2026. Fenomena yang diprediksi berlangsung hingga Agustus 2026 ini menyebabkan kemarau yang lebih panjang, panas, dan kering.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Riau, Ronny Bowo Laksono, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah upaya antisipasi. Antisipasi dilakukan dengan memonitor wilayah rawan kebakaran, seperti di Kabupaten Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, dan daerah pesisir lainnya.

"Tim monitor dan penyuluhan sudah turun ke daerah, seperti Meranti, Inhil, dan daerah pesisir lainnya," ujarnya.

Pihaknya juga menyiapkan strategi untuk mendistribusikan air dan pemanfaatan sumber air alternatif di wilayah rawan kering. Upaya ini juga diperkuat dengan koordinasi lintas sektor guna mengoptimalkan penanganan kekeringan.


"Kita juga terus berkoordinasi dengan BPBD dan PU untuk langkah antisipasi kekeringan," jelasnya. 

Sementara itu, saat ini Prakirawan BMKG Stasiun Kota Pekanbaru, Indah mengatakan hari ini terpantau 111 titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera. 79 titik diantaranya muncul di Riau.

"79 titik itu paling banyak di Kabupaten Bengkalis 75 titik, Kampar 1 titik, Dumai 2 titik, Pelalawan 1 titik," pungkasnya.