RIAU ONLINE, KAMPAR - Suasana mencekam mewarnai peristiwa “perang mercon” yang terjadi di Air Tiris, Kabupaten Kampar. Hiburan di malam Idulfitri itu berubah menjadi momen menegangkan bagi anak-anak dan warga sekitar yang terdampak langsung.
Dalam video yang viral di TikTok, tampak kepanikan warga saat ledakan petasan terdengar bersahutan di sekitar permukiman.
Dalam video yang diunggah oleh akun @Ivaro_R22 itu, terlihat seorang orang tua bersama anaknya terjebak di dalam sebuah ruko, berusaha menghindari lontaran mercon yang terjadi di luar.
Seorang anak perempuan tampak menangis histeris sambil menutup kedua telinganya. Ia terlihat ketakutan akibat suara ledakan keras yang terus-menerus terdengar di sekelilingnya.
“Jauhkan kami dari segala mara bahaya ya Allah,” tulis pemilik akun dalam keterangan video tersebut, menggambarkan kepanikan yang dirasakan saat kejadian berlangsung.
Tak hanya anak-anak, sejumlah orang dewasa juga tampak berlindung di dalam bangunan demi menghindari risiko terkena ledakan mercon.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan keselamatan warga, terutama karena aktivitas itu dilakukan di area yang dekat dengan pemukiman.
Video berdurasi sekitar 30 detik tersebut dengan cepat menyebar luas dan menjadi perbincangan hangat di jagat maya.
Sejumlah warganet turut menyampaikan keprihatinan mereka melalui kolom komentar. Banyak yang menilai bahwa tradisi perang mercon seharusnya tidak dilakukan di lingkungan padat penduduk karena berpotensi membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak.
"Kasihan anak kecilnya, trauma bisa itu. Harusnya ada pengawasan,” tulis salah satu pengguna TikTok.
Komentar lain juga menyoroti kurangnya pengamanan dalam kegiatan tersebut. “Ini bukan hiburan lagi kalau sudah membahayakan. Perlu ditertibkan,” ujar warganet lainnya.
Peristiwa ini kembali memunculkan perdebatan tentang batasan antara tradisi dan keselamatan publik. Warga berharap adanya perhatian dari pihak berwenang untuk mengatur atau bahkan menertibkan aktivitas perang mercon agar tidak menimbulkan korban maupun trauma, khususnya bagi anak-anak.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kejadian tersebut.
Namun masyarakat diimbau untuk lebih mengutamakan keselamatan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

